Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Awas Tertipu! Ini Cara Mengenal 3 Gejala Awal Campak

Awas Tertipu! Ini Cara Mengenal 3 Gejala Awal Campak

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Meningkatnya kasus campak dalam beberapa waktu terakhir ini, sehingga masyarakat kini harus mulai mewaspadai penyebaran dan penularan penaykit ini.

Campak selama ini identik dengan ruam merah di kulit. Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa gejala campak justru sering menyerupai flu biasa. Akibatnya, kondisi ini kerap terlambat dikenali dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi, Dr. dr. Adityo Susilo, Sp.PD, Subsp. PTI (K), FINASIM menjelaskan bahwa campak memiliki fase awal yang disebut sebagai fenomena prodromal, yaitu gejala yang muncul sebelum tanda khas terlihat.

“Pada fase awal, gejala campak sering tidak spesifik sehingga sulit dibedakan dengan infeksi virus lain,” ujar Adityo.

Dalam dunia kesehatan, gejala awal campak dikenal dengan istilah 3C, yaitu:

  • Cough (batuk)
  • Coryza (pilek)
  • Conjunctivitis (mata merah)

Menurut Adityo, ketiga gejala ini sering dianggap sebagai flu biasa. Padahal, jika muncul bersamaan, bisa menjadi tanda awal infeksi campak.

“Kalau hanya satu gejala, memang sulit dibedakan. Tapi kalau tiga-tiganya muncul, kita harus mulai curiga ke arah campak,” ujar Adityo.

Sayangnya, karena gejalanya ringan di awal, banyak pasien baru mencari pertolongan setelah muncul ruam di kulit.

Berbeda dengan anggapan umum, ruam bukanlah gejala pertama campak. Ruam biasanya muncul beberapa hari setelah virus menyebar di dalam tubuh.

Virus campak masuk melalui saluran pernapasan, lalu menyebar ke aliran darah. Dari sana, virus akan memicu reaksi pada kulit hingga muncul ruam khas.

“Ruam terjadi karena adanya respons tubuh terhadap virus yang sudah menyebar melalui darah dan sistem limfatik,” kata Adityo.

Ruam biasanya dimulai dari wajah, lalu menyebar ke seluruh tubuh. Kondisi ini menjadi tanda bahwa infeksi sudah memasuki tahap lebih lanjut.

Selain ruam di kulit, ada satu tanda khas yang sering luput dari perhatian, yaitu bercak Koplik.

Bercak ini muncul di bagian dalam pipi, berwarna putih kebiruan, dan merupakan salah satu tanda spesifik campak. Meski tidak selalu muncul pada semua pasien, keberadaannya sangat membantu dalam menegakkan diagnosis.

“Kalau ditemukan bercak Koplik, itu sangat khas untuk campak. Tapi kalau tidak ada, bukan berarti bukan campak,” ujar Adityo.

Oleh sebab itu, pemeriksaan oleh tenaga medis sangat penting untuk memastikan diagnosis.

Salah satu tantangan dalam mendeteksi campak adalah kemiripan gejalanya dengan infeksi virus lain, seperti flu atau infeksi saluran pernapasan atas.

Pada tahap awal, kata Adityo, tubuh belum menunjukkan tanda spesifik. Gejala baru menjadi lebih jelas setelah penyakit berkembang.

“Inilah mengapa dokter tidak hanya melihat gejala, tapi juga mencari tanda klinis. Diagnosis itu kombinasi antara gejala dan tanda,” tambahnya.

Mengenali gejala campak sejak awal sangat penting untuk mencegah penularan dan komplikasi. Campak bukan sekadar penyakit ringan, terutama pada orang dewasa atau individu dengan daya tahan tubuh lemah.

Jika tidak ditangani dengan baik, campak dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, diare berat, hingga gangguan pada sistem saraf.

Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan gejala awal, terutama jika mengalami batuk, pilek, dan mata merah secara bersamaan.

“Jangan menunggu ruam muncul. Justru pada fase awal itulah kita bisa mencegah kondisi menjadi lebih berat,” pungkasnya. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Prabowo Subianto Resmikan 1.179  Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 Gudang Ketahanan Pangan

    Presiden Prabowo Subianto Resmikan 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 Gudang Ketahanan Pangan

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Presiden Indonesia ke-8, Prabowo Subianto pada Jumat, 13 Februari 2026 menghadiri peresmian 1.179 Satuan Pelayanan Pemeuhan Gizi (SPPG), 18 Gudang Ketahanan Pangan serta groundbreaking 107 SPPG Polri di seluruh Indonesia. Dalam peresmian tersebut Presiden Prabowo disambut oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan Polri, serta para undangan mengikuti peresmian dan groundbreaking secara hybrid yang berasal […]

  • Ratusan Warga Alami Keracunan Massal Telah Merenggut Nyawa 1 dari 6 Balita, Dinkes Cianjur Tunggu Hasil Laboratorium

    Ratusan Warga Alami Keracunan Massal Telah Merenggut Nyawa 1 dari 6 Balita, Dinkes Cianjur Tunggu Hasil Laboratorium

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 21
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Akibat keracunan massal salah 1 balita dari 6 balita yang sempat menjadi korban keracunan massal di Cianjur, Jawa Barat. Satu dari enam balita tersebut berinisial MAB (2) dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (23/4) sore, setelah sempat menjalani perawatan intensif. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur hingga kini masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan […]

  • Presiden Siapkan Pengganti Pembangkit BBM, Prabowo: Tidak boleh ada lagi pembangkit Listrik menggunakan Diesel

    Presiden Siapkan Pengganti Pembangkit BBM, Prabowo: Tidak boleh ada lagi pembangkit Listrik menggunakan Diesel

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 13
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Presiden Prabowo Subianto telah menargetkan Indonesia tidak akan lagi melakukan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam waktu 2 sampai 3 tahun ke depan. Hal ini menyusul rencana ditutupnya Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang menyumbang 20% dari impor BBM secara nasional. Sebagai gantinya, pemerintah bakal mendorong pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Kemudian, melakukan […]

  • Alberto Rodriguez Pulang ke Persib Gantikan Federico Barba?

    Alberto Rodriguez Pulang ke Persib Gantikan Federico Barba?

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Asmuh
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Alberto Rodriguez dirumorkan akan kembali ke Persib Bandung. Nama pemain tersebut muncul setelah Federico Barba diisukan bakal hengkang dari Gelora Bandung Lautan Api. Kabar tersebut muncul dari akun Instagram @transfermarkt.co.id. Alberto Rodriguez telah masuk radar Persib Bandung yang sedang mengantisipasi kepergian Federico Barba. Persib Bandung bisa saja mendapatkan Alberto Rodriguez karena situasi Liga India yang […]

  • DIBLOKIR! OJK Resmi Blokir Aktivitas 900 Lebih Pinjol Selama Maret 2026

    DIBLOKIR! OJK Resmi Blokir Aktivitas 900 Lebih Pinjol Selama Maret 2026

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 22
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan telah memblokir sebanyak 953 pinjaman online (pinjol) ilegal hingga kuartal I 2026 atau Maret tahun ini. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono menyampaikan pemblokiran dilakukan oleh Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) yang bekerja sama dengan berbagai […]

  • Pencurian Gamelan di UGM: 7 Bilah Demung Raib, Kerugian Ditaksir Rp10 Juta

    Pencurian Gamelan di UGM: 7 Bilah Demung Raib, Kerugian Ditaksir Rp10 Juta

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 16
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kasus dugaan pencurian gamelan terjadi di Gedung Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM), tepatnya di ruang gamelan lantai 4, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman. Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan dalam peristiwa tersebut pihak kampus mengalami kerugian sekitar Rp10 juta. Barang yang hilang berupa tujuh bilah demung gamelan laras […]

expand_less
content-1701

article 898100101

article 898100102

article 898100103

article 898100104

article 898100105

article 898100106

article 898100107

article 898100108

article 898100109

article 898100110

article 898100111

article 898100112

article 898100113

article 898100114

article 898100115

article 898100116

article 898100117

article 898100118

article 898100119

article 898100120

article 898100121

article 898100122

article 898100123

article 898100124

article 898100125

article 898100126

article 898100127

article 898100128

article 898100129

article 898100130

article 898100131

article 898100132

article 898100133

article 898100134

article 898100135

article 898100136

article 898100137

article 898100138

article 898100139

article 898100140

article 898100141

article 898100142

article 898100143

article 898100144

article 898100145

article 898100146

article 898100147

article 898100148

article 898100149

article 898100150

article 898100151

article 898100152

article 898100153

article 898100154

article 898100155

article 898100156

article 898100157

article 898100158

article 898100159

article 898100160

article 878800051

article 878800052

article 878800053

article 878800054

article 878800055

article 878800056

article 878800057

article 878800058

article 878800059

article 878800060

article 878800061

article 878800062

article 878800063

article 878800064

article 878800065

article 878800066

article 878800067

article 878800068

article 878800069

article 878800070

article 878800071

article 878800072

article 878800073

article 878800074

article 878800075

article 878800076

article 878800077

article 878800078

article 878800079

article 878800080

article 878800081

article 878800082

article 878800083

article 878800084

article 878800085

article 878800086

article 878800087

article 878800088

article 878800089

article 878800090

budaya 538000021

budaya 538000022

budaya 538000023

budaya 538000024

budaya 538000025

budaya 538000026

budaya 538000027

budaya 538000028

budaya 538000029

budaya 538000030

budaya 538000031

budaya 538000032

budaya 538000033

budaya 538000034

budaya 538000035

budaya 538000036

budaya 538000037

budaya 538000038

budaya 538000039

budaya 538000040

content-1701