Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Tolak Berdamai Dengan AS, Iran Tak Hadiri Perundingan

Tolak Berdamai Dengan AS, Iran Tak Hadiri Perundingan

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Ketegangan politik meningkat usai gencatan senjata yang terjadi di timur tengah kembali terjadi hal ini terlihat ketika Iran menolak menghadiri perundingan lanjutan dengan Amerika Serikat (AS) di Islamabad, Pakistan.

Militer Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata melalui blokade laut dan penyitaan kapal sehingga memperburuk situasi diplomatik.

Teheran menilai langkah-langkah Washington sebagai pelanggaran kesepakatan damai yang sedang berjalan dan tidak mencerminkan itikad baik dalam negosiasi.

Kementerian Luar Negeri Iran menyampaikan ketidakhadiran dalam putaran berikutnya dipicu oleh perubahan sikap AS yang dinilai tidak konsisten selama proses perundingan.

Di sisi lain, delegasi AS tetap merencanakan keberangkatan ke Pakistan untuk melanjutkan pembicaraan meski Iran belum menunjukkan kesediaan untuk hadir.

Kebuntuan ini meningkatkan risiko gagalnya perundingan damai yang sebelumnya sudah berada di ambang kesepakatan antara kedua negara.

Situasi semakin buruk usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan telah menyita kapal kargo Iran yang mencoba melewati blokade AS di dekat Selat Hormuz.

Trump menyatakan bahwa militer AS sedang memeriksa muatan kapal tersebut.

“Kami memiliki kendali penuh atas kapal mereka, dan sedang melihat apa yang ada di dalamnya!” tulis Trump di media sosial, sebagaimana diberitakan oleh The Guardian pada Minggu (19/4).

Juru bicara militer Iran mengatakan kapal tersebut berlayar dari Cina.

Iran juga akan segera merespons dan membalas aksi pembajakan bersenjata oleh militer Amerika Serikat.

AS sebelumnya menyatakan bakal mengutus delegasi ke Pakistan pada Senin (20/4) untuk melanjutkan kemungkinan putaran pembicaraan.

Upaya ini bertujuan mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Namun, media pemerintah Iran menyatakan saat ini tidak ada rencana untuk berpartisipasi dalam putaran berikutnya, sehingga mengancam kelanjutan negosiasi bahkan sebelum dimulai.

Delegasi AS kembali ke Islamabad di bawah pimpinan Wakil Presiden JD Vance bersama utusan khusus Donald Trump Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Langkah ini terjadi setelah Iran pada Sabtu kemarin kembali memberlakukan pembatasan ketat terhadap lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz.

Keputusan Iran ini membalikkan kesepakatan beberapa jam sebelumnya untuk membuka kembali jalur air strategis itu menyusul penolakan AS mencabut blokade angkatan lautnya di sekitar perairan Selat Hormuz.

“Ketidakhadiran dari putaran kedua pembicaraan berasal dari apa yang disebutnya sebagai tuntutan Washington yang berlebihan, ekspektasi yang tidak realistis, perubahan sikap yang terus-menerus, kontradiksi berulang, dan berlanjutnya blokade laut,” tulis kantor berita resmi Iran, IRNA.

Upaya diplomatik terus berjalan dengan komunikasi antara Wakil Perdana Menteri Pakistan Mohammad Ishaq Dar, dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Langkah ini juga melibatkan rencana pembicaraan antara Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, mengatakan Teheran tetap melanjutkan jalur diplomasi meski mengakui masih ada kesenjangan besar dalam perundingan.

Sedangkan Trump menyebut perundingan di Islamabad sebagai kesempatan terakhir bagi Iran untuk mencapai kesepakatan damai. Ia mengatakan hal itu sembari memberi sinyal mengancam akan menghancurkan infrastruktur pembangkit listrik dan jembatan jika Teheran menolak.

“Jika Iran tidak menandatangani kesepakatan ini, seluruh negara akan dihancurkan,” kata Trump kepada Fox News.

Trump berpendapat bahwa tawaran AS yang mencakup penarikan blokade Selat Hormuz dan Iran tidak memiliki uranium yang diperkaya sebagai langkah yang masuk akal. Namun, situasi tetap memanas setelah AS menuduh Iran melanggar gencatan senjata.

Sementara di sisi lain, Teheran balik menilai blokade laut oleh militer AS sebagai tindakan ilegal dan kejahatan kemanusiaan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan blokade AS terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran telah melanggar gencatan senjata dan merupakan tindakan melawan hukum.

“Secara sengaja menjatuhkan hukuman kolektif terhadap rakyat Iran, hal itu setara dengan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan”, tulis Baghaei di media sosial. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Why Loyalty Rewards Matter At Lucky Carnival Casino

    Why Loyalty Rewards Matter At Lucky Carnival Casino

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Jafar Sidik
    • visibility 5
    • 0Komentar

    What Makes Lucky Carnival Casino Stand Out? Lucky Carnival Casino is a vibrant platform offering a thrilling gaming experience with an impressive portfolio of slots, table games, and live casino options. What truly differentiates it from many competitors is its comprehensive loyalty rewards programme. For players, loyalty schemes can mean the difference between a one-off […]

  • terpaut selisih tipis dua poin dengan pemuncak klasmen liga nggris arsenal, manchester city taklukan newcastle 2-1 di ettihad stadium

    Manchester City Pepet Arsenal, Usai Taklukan Newcastle United 2-1

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Skuad Guardiola CS pepet tipis Arsenal di lanjutan liga premier inggris musim 2025/2026

  • Pengamat Soroti Akses Udara Untuk Militer Amerika Serikat, Fauzan: Izin kepada pesawat militer AS, maka akan semakin tinggi risiko terseret konflik bersenjata di kawasan.

    Pengamat Soroti Akses Udara Untuk Militer Amerika Serikat, Fauzan: Izin kepada pesawat militer AS, maka akan semakin tinggi risiko terseret konflik bersenjata di kawasan.

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 30
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Spekulasi yang muncul setelah bocornya rencana kesepakatan tentang akses udara (blanket overflight access) bagi pesawat militer Amerika Serikat di Indonesia adalah bahwa terdapat upaya untuk ‘mengamankan’ Selat Malaka pascablokade Hormuz. Kabar ini pertama kali dimuat oleh media dari India, Firstpost, yang terbit pada 15 April 2026. Dalam artikel tersebut, dijelaskan dengan Amerika Serikat […]

  • Panduan Niat, Ukuran dan Penerima Zakat Fitrah

    Panduan Niat, Ukuran dan Penerima Zakat Fitrah

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 32
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Salah satu kewajiban umat Islam selain berpuasa dibulan suci ramadhan juga membayar zakat fitrah. Mengeluarkan zakat fitrah, wajib hukumnya atas setiap muslim, berdasarkan hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah sebesar satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas orang yang merdeka dan budak, laki-laki […]

  • Heboh Anggaran Motor Listrik BGN, Purbaya Akui Ada yang Kecolongan Sistem

    Heboh Anggaran Motor Listrik BGN, Purbaya Akui Ada yang Kecolongan Sistem

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 27
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Ditengah merebaknya informasi pengadaan motor listrik yang dianggarkan Badan Gizi Nasional (BGN), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa blak-blakan perihal anggaran pembelian motor listrik tersebut. Adapun, total anggaran untuk 25.000 unit diperkirakan mencapai Rp1,05 triliun. Purbaya mengakui dirinya kecolongan mengenai persetujuan anggaran ini. Sebenarnya, dia menegaskan telah menolak pengadaan motor listrik tersebut tahun lalu. […]

  • Update Jadwal PELNI: KM Sinabung Layani Jalur Surabaya Hingga Jayapura Mulai Mei Mendatang

    Update Jadwal PELNI: KM Sinabung Layani Jalur Surabaya Hingga Jayapura Mulai Mei Mendatang

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 24
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kapal penumpang milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), KM Sinabung, memulai jadwal pelayaran Mei 2026 dengan rute Baubau–Surabaya pada 1 Mei. Kapal ini kemudian langsung tancap gas melayani rute padat Surabaya–Jayapura–Surabaya hingga 19 Mei tanpa jeda panjang di pelabuhan. Pelayaran perdana diberangkatkan dari Baubau pada Jumat (1/5) pukul 20.00 WITA dan dijadwalkan sandar […]

expand_less
content-1701

article 898100101

article 898100102

article 898100103

article 898100104

article 898100105

article 898100106

article 898100107

article 898100108

article 898100109

article 898100110

article 898100111

article 898100112

article 898100113

article 898100114

article 898100115

article 898100116

article 898100117

article 898100118

article 898100119

article 898100120

article 898100121

article 898100122

article 898100123

article 898100124

article 898100125

article 898100126

article 898100127

article 898100128

article 898100129

article 898100130

article 898100131

article 898100132

article 898100133

article 898100134

article 898100135

article 898100136

article 898100137

article 898100138

article 898100139

article 898100140

article 898100141

article 898100142

article 898100143

article 898100144

article 898100145

article 898100146

article 898100147

article 898100148

article 898100149

article 898100150

article 898100151

article 898100152

article 898100153

article 898100154

article 898100155

article 898100156

article 898100157

article 898100158

article 898100159

article 898100160

article 878800051

article 878800052

article 878800053

article 878800054

article 878800055

article 878800056

article 878800057

article 878800058

article 878800059

article 878800060

article 878800061

article 878800062

article 878800063

article 878800064

article 878800065

article 878800066

article 878800067

article 878800068

article 878800069

article 878800070

article 878800071

article 878800072

article 878800073

article 878800074

article 878800075

article 878800076

article 878800077

article 878800078

article 878800079

article 878800080

article 878800081

article 878800082

article 878800083

article 878800084

article 878800085

article 878800086

article 878800087

article 878800088

article 878800089

article 878800090

budaya 538000021

budaya 538000022

budaya 538000023

budaya 538000024

budaya 538000025

budaya 538000026

budaya 538000027

budaya 538000028

budaya 538000029

budaya 538000030

budaya 538000031

budaya 538000032

budaya 538000033

budaya 538000034

budaya 538000035

budaya 538000036

budaya 538000037

budaya 538000038

budaya 538000039

budaya 538000040

content-1701