Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Korban Bencana Longsor di Cisarua Kabupaten Bandung Barat Terus Bertambah

Korban Bencana Longsor di Cisarua Kabupaten Bandung Barat Terus Bertambah

  • account_circle Deva Sakti
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS- Korban terdampak bencana tanah longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus bertambah. Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana pada konferensi pers pada Selasa (27/1).

Ia menjelaskan, saat ini ada perubahan data primer atau laporan yang disampaikan dari Incident Commander (IC) hingga hari keempat masih dinamis.

“Jadi dari laporan IC, jumlah terdampak ada 155 jiwa, selamat 75 jiwa, dan dalam pencarian lebih kurang masih 80 jiwa atau 80 orang,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, di hari keempat sejak pagi pihaknya melakukan assesment terlebih dahulu menggunakan drone untuk memetakan pencarian.

“Menerbangkan drone untuk bisa memapping proses pencarian atau menentukan sektor-sektor pencarian dari ada tiga sektor, sektor Alpha, Bravo, dan Charlie,” katanya.

“Kita ketahui bersama bahwa dari pagi cuaca hujan sampai dengan siang tadi pun hujan, tapi alhamdulillah artinya sore ini cuaca cerah sehingga di hari keempat kita sudah menemukan ada delapan bodypack,” imbuhnya.

Masih kata dia, kedelapan kantong jenazah tersebut langsung diserahkan kepada DVI Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi.

“Dari kedelapan bodypack, ada empat bodypack di worksite A1, tiga bodypack di worksite A2, dan satu bodypack di worksite B2. Jadi total delapan bodypack,” katanya.

Ia menegaskan, hingga hari keempat ini tim SAR gabungan telah berhasil menemukan 47 kantong jenazah dan telah diserahkan kepada tim DVI.

“Jadi dari 27 bodypack yang disampaikan oleh DVI itu sudah ada di pos Basarnas. Artinya jumlah korban baik laki-laki, perempuan itu ada di pos Basarnas itu yang telah disampaikan oleh tim DVI,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menetapkan kawasan terdampak longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, sebagai area hutan lindung dan memastikan tidak akan ada lagi aktivitas permukiman warga di lokasi terdampak.

Kebijakan penetapan kawasan terdampak longsor diambil sebagai langkah mitigasi jangka panjang untuk mencegah terulangnya bencana serupa di kawasan rawan longsor di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan keputusan penghijauan kawasan di bawah kaki Gunung Burangrang itu dilakukan setelah proses evakuasi korban dan relokasi warga terdampak selesai. Kondisi bentang alam di wilayah terdampak tidak lagi memungkinkan untuk dijadikan tempat tinggal.

“Konsepnya sudah jelas, setelah semua direlokasi, wilayah itu akan kita hutankan. Tidak boleh lagi ada rumah warga di sana,” ujar Dedi saat ditemui di Gedung Pakuan, Selasa (27/1/2026).

Menurutnya, saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban longsor yang dilaporkan hilang dan tertimbun material tanah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh proses evakuasi dilakukan secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan petugas di lapangan.

Selain penanganan darurat, ia mengatakan Pemprov Jabar juga telah menyalurkan bantuan kepada para korban. Untuk keluarga korban meninggal dunia, pemerintah memberikan santunan sebesar Rp25 juta kepada masing-masing ahli waris.

“Yang meninggal kita santuni Rp25 juta. Biaya hidup untuk dua bulan sudah kita berikan, rumah-rumah warga juga akan direlokasi ke tempat yang lebih aman,” kata Dedi.

Dedi menjelaskan setelah relokasi rampung, kawasan longsor akan ditanami tanaman hutan yang memiliki fungsi ekologis untuk menahan pergerakan tanah dan mengurangi risiko longsor. Penanaman akan disesuaikan dengan karakter tanah dan kondisi alam setempat.

Dedi mengungkapkan langkah penghijauan bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi bagian dari kebijakan tata ruang yang berorientasi pada keselamatan warga. Pembangunan permukiman ke depan harus selaras dengan kondisi lingkungan dan daya dukung alam.

“Konsep pembangunan rumah ke depan harus sesuai lingkungan. Tanahnya insyaallah kita penuhi, tapi tempatnya harus aman,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dedi mengingatkan agar kejadian serupa tidak terulang di wilayah lain yang memiliki potensi longsor. Ia meminta pemerintah daerah dan masyarakat lebih serius memperhatikan peringatan dini serta kondisi geologis wilayah masing-masing.

Masih banyak warga yang mengabaikan peringatan dini meski tanda-tanda bahaya sudah terlihat jelas. Ia mencontohkan beberapa wilayah yang tetap ditempati meski sudah menunjukkan retakan tanah dan potensi gerakan tanah.

“Kebiasaan kita, sudah dikasih peringatan tapi tidak nurut. Padahal mitigasi itu harus dilakukan sebelum kejadian, bukan setelah bencana terjadi,” kata Dedi.

Dedi menilai kesadaran masyarakat terhadap mitigasi kebencanaan masih rendah. Padahal, upaya pencegahan yang dilakukan lebih awal dapat meminimalkan korban jiwa dan kerugian materi.

“Bangsa kita sering ribut setelah kejadian. Padahal lebih baik ribut sebelum kejadian agar tidak ada korban,” ucapnya.

Kebijakan penghijauan dan pembatasan permukiman ini juga akan diterapkan di wilayah Kawasan Bandung Utara (KBU) yang selama ini berfungsi sebagai sabuk hijau Bandung Raya. Pemprov Jabar memastikan kawasan KBU harus tetap hijau demi menjaga keseimbangan lingkungan.

“KBU tidak ada jalan lain, harus dihijaukan. Masyarakatnya juga harus paham prinsip mitigasi,” tegas Dedi.

Dedi menambahkan penanganan bencana tidak hanya bersifat reaktif, tetapi menjadi bagian dari kebijakan tata ruang dan pembangunan berkelanjutan yang mengutamakan keselamatan manusia dan kelestarian alam.

Sementara itu, sejumlah warga terdampak longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih menunggu realisasi bantuan uang kontrakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Sebelumnya, orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat menjanjikan uang Rp10 juta rupiah bagi warga yang terdampak bencana agar tidak berada di pengungsian.

Salah satu warga Pasir Kuning, Hanifah (20) mengatakan, kendati tidak mengalami rusak parah namun rumah yang ditempatinya mengalami rusak di bagian belakang.

“Rumah saya tidak terdampak langsung, tapi bagian belakang sudah rata. Saya di sini sudah empat hari sejak kejadian,” katanya.

Ia menambahkan, sejauh ini belum ada sosialisasi maupun pendataan resmi yang dilakukan pihak terkait. Bahkan uang yang dijanjikan pun belum diterimanya.

“Belum dapat uang kontrakan, belum ada sosialisasi juga. Katanya ada yang sudah dapat, tapi tidak semua. Saya juga belum didata,” tambahnya.

Warga lainnya, Jejen (35) mengatakan, rumah yang ditinggalinya berada di zona merah. Artinya menjadi salah satu pertimbangan untuk meninggalkan rumah walaupun tidak mengalami kerusakan.

“Informasi yang saya dapat, daerah saya masuk zona merah, sama seperti rumah Hanifah dan orang tuanya. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan atau tindak lanjut dari yang disampaikan Pak Gubernur,” katanya.

Jejen mengungkapkan kekecewaannya lantaran saat mencoba mempertanyakan kelanjutan bantuan melalui media sosial, justru mendapat respons negatif dari sejumlah pihak.

“Saya komentar di media sosial untuk menanyakan kelanjutannya, tapi malah diserang. Bahkan ada yang kirim pesan ke saya, bilang jangan komentar yang aneh-aneh,” katanya.(KRO/dsn)

  • Penulis: Deva Sakti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RESMI! Kemenpora Buka Saluran Aduan Bagi Atlet Korban Pelecehan dan Kekerasan

    RESMI! Kemenpora Buka Saluran Aduan Bagi Atlet Korban Pelecehan dan Kekerasan

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 26
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menanggapi dugaan kasus pelecehan dan kekerasan yang terjadi pada atlet Indonesia panjat tebing beberapa waktu lalu. Kabar kelam ini pertama kali mencuat setelah para atlet memberanikan diri melaporkan dugaan penyiksaan fisik dan seksual kepada Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid. Dengan adanya saluran […]

  • Demo w kasynie Vox: idealne przygotowanie do gry na żywo

    Demo w kasynie Vox: idealne przygotowanie do gry na żywo

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Jafar Sidik
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Demo w kasynie Vox: idealne przygotowanie do gry na żywo W artykule omówimy, jak demo w kasynie Vox może stanowić idealne przygotowanie do gry na żywo. Gra w kasynach online staje się coraz bardziej popularna, a możliwość przetestowania gier w trybie demo daje graczom szansę na oswojenie się z zasadami oraz atmosferą bez ryzyka utraty […]

  • Presiden Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih, Inilah Susunan Pejabat Yang Resmi Dilantik

    Presiden Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih, Inilah Susunan Pejabat Yang Resmi Dilantik

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 15
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah tokoh dan pejabat di bawah kepemimpinannya hari ini. Tokoh yang dilantik oleh Prabowo mulai dari aktivis buruh hingga penasehat khusus Presiden RI. Acara pelantikan Menteri hingga Kepala Badan ini terselenggara di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). Keenam tokoh ini dilantik langsung oleh Presiden Prabowo. Acara diawali dengan menyanyikan […]

  • Innalillahi Karmia Krissanty, Putri Kedua Politisi Senior Akbar Tandjung Meninggal Dunia

    Innalillahi Karmia Krissanty, Putri Kedua Politisi Senior Akbar Tandjung Meninggal Dunia

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 42
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kabar duka menyelimuti keluarga politisi senior Akbar Tanjung pada Rabu (11/3) pagi WIB. Karmia Krissanty dikabarkan telah meninggal dunia. Berdasarkan informasi yang diterima Tribunnews, almarhumah Karmia Krissanty mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 08.58 WIB. Almarhumah merupakan putri dari pasangan  Akbar Tandjung dan Krisnina Maharani Akbar Tandjung, berdasarkan informasi yang beredar, almarhumah diketahui sempat berjuang melawan kanker payudara. […]

  • Hasil Sidang Isbat  1 Ramadhan, Pemerintah Tetapkan Jatuh di 19 Februari

    Hasil Sidang Isbat 1 Ramadhan, Pemerintah Tetapkan Jatuh di 19 Februari

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 51
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pemerintah Indonesia melalui kementerian agama (Kemenag) telah melakukan ruqyatul hilal untuk menetapkan jatuhnya 1 Ramadhan 1447 H pada pukul 16.00 waktu indonesia setempat. Pemantaun tersebut telah dinantikan oleh seluruh umat muslim di Indonesia sebagai penentu waktu untuk memulai puasa ramadhan. Hasil sidang isbat ini merujuk pada pemantauan yang dimulai dari sore hingga memasuki […]

  • Bunuh Mati Sel Kanker, Begini Caranya

    Bunuh Mati Sel Kanker, Begini Caranya

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 22
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Dr. Otto Warburg membuktikan adanya peranan metabolisme dalam membunuh sel kanker. Peraih Nobel Kedokteran 1931 telah menunjukkan sel kanker mati dalam lingkungan kaya oksigen. Salah satu cara mencegah penyakit kanker dengan mengatur asupan gula harian, selain itu dengan rutin berolahraga dan mengatur pernapasan dapat membantu meningkatkan kadar oksigen sel. Berdasarkan penemuannya ia telah […]

expand_less
content-1701

article 898100101

article 898100102

article 898100103

article 898100104

article 898100105

article 898100106

article 898100107

article 898100108

article 898100109

article 898100110

article 898100111

article 898100112

article 898100113

article 898100114

article 898100115

article 898100116

article 898100117

article 898100118

article 898100119

article 898100120

article 898100121

article 898100122

article 898100123

article 898100124

article 898100125

article 898100126

article 898100127

article 898100128

article 898100129

article 898100130

article 898100131

article 898100132

article 898100133

article 898100134

article 898100135

article 898100136

article 898100137

article 898100138

article 898100139

article 898100140

article 898100141

article 898100142

article 898100143

article 898100144

article 898100145

article 898100146

article 898100147

article 898100148

article 898100149

article 898100150

article 898100151

article 898100152

article 898100153

article 898100154

article 898100155

article 898100156

article 898100157

article 898100158

article 898100159

article 898100160

article 878800051

article 878800052

article 878800053

article 878800054

article 878800055

article 878800056

article 878800057

article 878800058

article 878800059

article 878800060

article 878800061

article 878800062

article 878800063

article 878800064

article 878800065

article 878800066

article 878800067

article 878800068

article 878800069

article 878800070

article 878800071

article 878800072

article 878800073

article 878800074

article 878800075

article 878800076

article 878800077

article 878800078

article 878800079

article 878800080

article 878800081

article 878800082

article 878800083

article 878800084

article 878800085

article 878800086

article 878800087

article 878800088

article 878800089

article 878800090

budaya 538000021

budaya 538000022

budaya 538000023

budaya 538000024

budaya 538000025

budaya 538000026

budaya 538000027

budaya 538000028

budaya 538000029

budaya 538000030

budaya 538000031

budaya 538000032

budaya 538000033

budaya 538000034

budaya 538000035

budaya 538000036

budaya 538000037

budaya 538000038

budaya 538000039

budaya 538000040

content-1701