Trump Kembali Serang Iran Hancurkan Jembatan B1 di Karaj, 13 Korban Tewas dan 95 Luka-Luka, Araghchi: Yang tidak akan pernah pulih adalah kerusakan pada reputasi Amerika,
- account_circle Adi Bima
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Ketegangan Amerika Serikat terhadap Iran semakin lama semakin memanas, belum lama ini Presiden AS< Donald Trump berhasil menghasncurkan salah satu akses penting negara Timur Tengah yaitu Jembatan B-1 yang menghubungkan ibu kota Iran, Teheran, dan Karaj, hancur seketika usai menjadi sasaran dalam dua gelombang serangan rudal milik Amerika Serikat, Kamis waktu setempat.
Akibat serangan Amerika Serikat yang menghantam jembatan di Iran dilaporkan 13 orang tewas dan 95 orang luka. Warga sipil Iran yang menjadi korban mengutuk Amerika Serikat yang menyerang infrastruktur sipil.
Diketahui bahwa jembatan B1, yang terletak di Karaj, ibu kota Provinsi Alborz, merupakan salah satu jembatan tertinggi di Timur Tengah dan salah satu proyek paling rumit di Iran.
Jembatan tersebut menjadi sasaran sebanyak dua kali dalam serangan Amerika Serikat (AS)-Israel pada Kamis (2/4), yang mengakibatkan 13 orang tewas dan 95 lainnya terluka,
Sejumlah korban luka dirawat di Rumah Sakit Imam Ali di Kota Karaj.Salah satu korbannya adalah Muhammad Yasai. Ia mengutuk aksi militer Amerika Serikat yang menyerang infrastruktur sipil.
Yasai saat itu sedang menggendong anak perempuannya, dan tiba-tiba banyak batu besar berjatuhan yang kemudian menimpa kakinya.
Trump, sebelumnya mengakui serangan tersebut dan mengancam akan terus melancarkan serangan yang lebih besar jika tidak terjadi kesepakatan dengan Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menanggapi serangan AS itu, mengatakan AS secara nyata menghancurkan struktur infrastruktur vital sipil tidak akan membuat semangat untuk memerangi agresi meluntur.
“Itu hanya menunjukkan kekalahan dan keruntuhan moral musuh yang sedang kacau,” katanya.
Menurut Araghchi, setiap jembatan dan bangunan sipil yang hancur akibat serangan AS-Israel akan dibangun kembali lebih kuat. Namun, ia menegaskan dari perang ini masyarakat dunia akan mengetahui perangai AS sebenarnya khususnya ketika dipimpin Presiden Donald Trump.
“Yang tidak akan pernah pulih: kerusakan pada reputasi Amerika,” ujarnya.
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar