Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi & Bisnis » Presiden Prabowo Soroti Meledaknya Impor Kakao

Presiden Prabowo Soroti Meledaknya Impor Kakao

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA. NEWS – Indonesia menghadapi paradoks dalam industri kakao nasional. Di satu sisi, produksi kakao tergolong besar dan menempatkan Indonesia sebagai salah satu produsen utama dunia. Namun di sisi lain, impor kakao masih tinggi, mencapai sekitar USD 1,1 miliar atau setara Rp18,7 triliun per tahun.

Ketergantungan Indonesia terhadap kakao impor disorot Presiden Prabowo Subianto. Dibalik sorotan Prabowo, terdapat persoalan struktural dalam industri dan pertanian kakao Indonesia, mulai dari penyempitan lahan, stagnasi ekspor, dan lonjakan impor.

Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti ketergantungan impor kakao, meski Indonesia merupakan negara produsen komoditas ini. Dalam diskusi bersama jurnalis dan ekonom di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Prabowo mempertanyakan fenomena banyaknya impor kakao.

Indonesia diperkirakan mengimpor kakao senilai US$ 1,1 miliar per tahun meski mampu memproduksi 600.000 ton per tahun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan impor lebih besar. Menyempitnya lahan menjadi salah satu faktornya.

“Kita sudah map out, sudah memiliki rencana yang disebut pohon industri untuk semua komoditas yang kita punya. Selama ini kita punya kopi terbaik, cokelat (kakao) terbaik, tapi kita masih impor,” tutur Prabowo pada Kamis (19/3).

Adapun nilai impor bahan baku utama cokelat itu bahkan mencapai US$ 1,1 miliar atau Rp 18,7 triliun (kurs Rp 17.000 per dolar AS) setiap tahun.

Pemerintah telah menyiapkan program hilirisasi perkebunan dengan alokasi anggaran sekitar Rp9,5 triliun untuk periode 2025–2027. Program ini mencakup pengembangan tujuh komoditas strategis, termasuk kakao, dengan target pengelolaan hingga 870 ribu hektare kebun rakyat.

Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menyatakan dukungannya terhadap langkah Presiden dalam mengkritisi persoalan tersebut. Ia menilai fenomena ini harus dilihat secara komprehensif, khususnya dari sisi kebutuhan industri dan tata kelola rantai pasok.

“Saya sangat mengapresiasi ketegasan Bapak Prabowo Subianto yang menyoroti impor kakao sebesar Rp18,7 triliun. Ini sangat ironis, mengingat Indonesia merupakan produsen kakao terbesar ketiga di dunia,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Media, Jakarta, Kamis (26/3).

Berdasarkan data, Indonesia mencatat produksi kakao sekitar 600 ribu ton per tahun, bahkan pernah mencapai 739.483 ton pada 2022, berada di bawah Pantai Gading dan Ghana. Namun, tingginya kebutuhan industri dalam negeri justru memicu impor bahan baku.

Lia menjelaskan, kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara produksi petani dengan kebutuhan industri, baik dari sisi kualitas, volume, maupun kontinuitas pasokan.

“Jika negara produsen besar justru mengalami defisit bahan baku untuk industri, maka persoalannya bukan hanya produksi, tetapi juga struktur permintaan industri yang jauh lebih kompleks,” tegasnya.

Ia mempertanyakan tingginya kebutuhan industri kakao nasional, sekaligus menyoroti belum optimalnya posisi Indonesia dalam pasar global, baik sebagai eksportir bahan mentah maupun produk olahan.

“Jika kita belum mampu memaksimalkan potensi sumber daya alam sendiri, maka ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi semua pihak,” tambahnya.

Founder dan CEO Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi, menilai persoalan utama terletak pada ketidakefisienan rantai pasok. Produksi yang didominasi oleh petani kecil menyebabkan pasokan tersebar dan kualitas tidak seragam, sehingga sulit memenuhi kebutuhan industri dalam skala besar.

Di sisi lain, kapasitas industri pengolahan kakao nasional sebenarnya mencapai sekitar 739 ribu ton per tahun. Namun realisasi produksinya masih berkisar 422 ribu ton atau sekitar 50–60 persen dari kapasitas terpasang. Sementara itu, impor kakao masih berada di kisaran 157 ribu ton per tahun.

Situasi ini, menurut Lia, menjadi alasan kuat untuk mempercepat kebijakan hilirisasi sebagai solusi struktural. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat nilai tambah komoditas dalam negeri.

Lia menegaskan, dalam konteks geopolitik global saat ini, Indonesia harus mampu memanfaatkan posisinya sebagai negara produsen untuk memenuhi permintaan dunia.

“Rumusnya sederhana, kita harus mampu memenuhi permintaan global pada sektor di mana kita menjadi produsen utama. Dengan begitu, Indonesia bisa menjadi negara yang kuat secara ekonomi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga menegaskan bahwa hilirisasi merupakan keniscayaan dalam transformasi ekonomi nasional.

“Hilirisasi adalah langkah strategis. Komoditas pertanian harus diolah di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat Indonesia, terutama petani,” ujar Amran.

Pemerintah telah menyiapkan program hilirisasi perkebunan dengan alokasi anggaran sekitar Rp9,5 triliun untuk periode 2025–2027. Program ini mencakup pengembangan tujuh komoditas strategis, termasuk kakao, dengan target pengelolaan hingga 870 ribu hektare kebun rakyat.

Dari sisi perdagangan, Indonesia masih tercatat sebagai eksportir kakao. Namun, jika dilihat lebih dalam, volumenya cenderung stagnan di kisaran 330-609 ribu ton selama 20 tahun terakhir.

Sebaliknya, impor menunjukkan tren yang jauh lebih agresif, terutama pada 2014 di mana impor kakao melonjak tajam sebesar 121.6% dari impor 2013.

Bahkan pada 2023, volume impor hampir menyamai ekspor dengan selisih 462 ton saja, menandai titik kritis di mana Indonesia nyaris kehilangan status sebagai eksportir bersih.

Tren perdagangan kakao Indonesia menunjukkan stagnasi ekspor dalam dua dekade terakhir, sementara impor meningkat signifikan dan mendekati volume ekspor.

Meski demikian, kakao yang diekspor Indonesia secara konsisten memiliki harga yang sedikit lebih tinggi dibandingkan kakao impor.

Berdasarkan perhitungan nilai terhadap volume, harga ekspor kakao Indonesia selama 2003-2023 berada di kisaran US$1,4-US$3,7 per kg, dengan rata-rata sekitar US$2,8 per kg.

Sementara itu, harga kakao impor berada pada kisaran US$1,5-US$4,0 per kg, dengan rata-rata sekitar US$2,66 per kg.

Pada 2024, baik harga ekspor maupun impor mengalami lonjakan signifikan masing-masing menjadi sekitar US$7,6 per kg dan US$6,1 per kg, mencerminkan tekanan global di pasar kakao.

Tingginya harga kakao Indonesia menunjukkan bahwa posisinya dalam rantai nilai global masih ditopang oleh kualitas produk. Namun, peningkatan impor dengan harga yang semakin mendekati harga ekspor mengindikasikan adanya kerentanan dalam daya saing tersebut.

Data terbaru memperkuat arah pergeseran ini. Pada 2025, impor kakao Indonesia mencapai hampir 195 ribu ton dengan nilai US$1,7 miliar atau sekitar Rp 28,7 triliun.  Pasokan utamanya berasal dari negara-negara produsen besar seperti Ekuador dan kawasan Afrika Barat.

Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun Indonesia masih kuat di sektor hulu, posisinya masih tertinggal dalam pengolahan serta penguasaan pasar produk akhir.

Di sisi lain, pasar domestik justru dibanjiri produk cokelat dan olahan dari merek global. Ini menegaskan bahwa nilai tambah terbesar tidak dinikmati di dalam negeri, melainkan di negara pengolah.

Selama dua dekade terakhir, data luas areal perkebunan kakao Indonesia yang dicatat oleh BPS menunjukkan tren yang tidak stabil. Setelah mencapai puncaknya sekitar 2012 dengan luas lebih dari 1,7 juta hektare, angka ini terus mengalami penurunan hingga sekitar 1,36 juta hektare pada 2024.

Penurunan ini mencerminkan masalah klasik sektor perkebunan, seperti minimnya peremajaan yang menyebabkan rendahnya produktivitas tanaman.

Yang menarik, lebih dari 90% kebun kakao dikelola oleh perkebunan rakyat. Hal ini memberi sinyal bahwa tantangan utama berada di level petani kecil. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menurut WHO Satu Virus Campak Beresiko Menular Ke 18 Orang lain

    Menurut WHO Satu Virus Campak Beresiko Menular Ke 18 Orang lain

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 15
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kementerian kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menyampaikan perkembangan terbaru terkait situasi campal nasional dan global dalam konferensi pers secara daring kamis februari lalu. Langkah tersebut diambil guna mewaspadai Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di beberapa wilayah Indonesia. Data nasional mencatat sepanjang tahun 2025 tercatat 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 terkonfirmasi laboratorium dan […]

  • Bupati Wahyu Ajak Perangkat Desa Jadikan Bela Negara Sebagai Spirit Pengabdian photo_camera 2

    Bupati Wahyu Ajak Perangkat Desa Jadikan Bela Negara Sebagai Spirit Pengabdian

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Asmuh
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Bupati Cianjur dr. Wahyu Ferdian membuka secara resmi kegiatan Pendidikan Pembentukan Karakter dan Bela Negara bagi Perangkat Desa Kabupaten Cianjur Tahun 2025 di Lapangan Brajawijaya Yonif 300 Raider, Senin pagi. Kegiatan ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam memperkuat kapasitas dan semangat pengabdian para perangkat desa, agar senantiasa berintegritas, tangguh, dan berjiwa nasionalis dalam […]

  • Pemerintah tengah meniapkan skema wfh dan percepatan eletrifikasi

    Pemerintah Keluarkan Kebijakan WFH 1 Hari Tiap Pekan Untuk ASN dan Swasta serta Percepatan Elektrifikasi Sektor Strategis

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 8
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pemerintah kini tengah mempersiapkan skema kerja secara fleksibel berupa bekerja dari rumah (WFH). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan WFH akan diberlakukan selama satu hari dari lima hari kerja. Skema ini akan berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN) hingga swasta. Hal ini sehubungan dengan kenaikan harga minyak mentah dunia dampak dari perang […]

  • Diduga Adanya Intervensi Dalam Kasus Dugaan Korupsi Amsal Sitepu, Aktivis Anti Korupsi: Miris!

    Diduga Adanya Intervensi Dalam Kasus Dugaan Korupsi Amsal Sitepu, Aktivis Anti Korupsi: Miris!

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 17
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Serelah terdakwa dugaan korupsi Amsal Sitepu membacakan pledoinya beberapa waktu yang lalu, munculnya dugaan kuat adanya intervensi terhadap pengusutan kasus dugaan korupsi instalasi komunikasi dan informatika serta pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo dengan terdakwa Amsal Christy Sitepu, Direktur CV Promiseland semakin mencuat. Jika sebelumnya kehadiran Anggota DPR RI, Hinca Panjaitan menjadi […]

  • Pemerintah Turunkan THR Karyawan Swasta 2026, Berikut Kisaran dan Jadwal Pencairan

    Pemerintah Turunkan THR Karyawan Swasta 2026, Berikut Kisaran dan Jadwal Pencairan

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 17
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Mendekati momen lebaran idul fitri 1447 H/2026 pemerintah secara resmi mengumuman Tunjangan Hari Raya (THR), dan Bonus Hari Raya (BHR) bagi ojek online (ojol) menjelang Lebaran 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pembayaran THR untuk karyawan swasta wajib dilakukan secara penuh dan tidak boleh dicicil. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah […]

  • 6 Resep Rahasia Puasa Nyaman Bagi Penderita GERD

    6 Resep Rahasia Puasa Nyaman Bagi Penderita GERD

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 33
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Umat Islam merasakan kegembiraan yang berlimpah karena dipertemukan dengan bulan suci ini. Puasa wajib menahan segala bentuk hal yang membatalkan puasa. Siapa pun pasti tidak sabar berburu takjil dan segala turunannya. Penyakit  GERD atau Asam lambung yang naik sering kali menjadi tantangan sendiri pada bulan Ramadan. Hal itu tergantung bagaimana kondisi tubuh saat menjalankan […]

expand_less