Pasukan Yamal CS Berbagi 1 Angka Penting Dengan Newcastle
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Newcastle United menjamu Klub Raksasa Spanyol, Barcelona di Stadion St.James Park pada leg-1 babak 16 besar liga champions eropa pada (11/3) dini hari WIB. Pertandingan yang berjalan alot tersebut sempat membuat tim tuan rumah unggul hingga jelang akhir laga, Newcastle kebobolan gol melalui penalti Lamine Yamal di injury time.
Babak pertama kedua tim harus puas dengan berakhir imbang tanpa gol. memasuki babak kedua the Magpies lantas memecah kebuntuan lebih dulu pada menit ke-86 lewat gol Harvey Barnes. Namun, kemenangan Newcastle United yang sudah di depan mata seketika sirna etelah Barcelona mencetak gol lewat penalti di injury time.
Tim asuhan Hansi Flick itu mendapat kesempatan melakukan tendangan 12 meter setelah Malick Thiaw melakukan pelanggaran terhadap Dani Olmo, Wonderkid Barcelona, Lamine Yamal sukses mengeksekusi tendangan penalti dengan mengecoh Aaron Ramsdale pada menit ke-90+6.
Dalam pertandingan leg kedua Newcastle akan gantian tandang ke markas Barcelona di Camp Nou 16 besar Liga Champions pada Kamis (19/3) dini hari WIB.
Newcastle memberikan tekanan sejak menit-menit awal. Tekanan yang dilancarkan Newcastle membuat kiper Barcelona Joan Garcia cukup sibuk. Meski demikian, Barcelona bukan tanpa peluang. Bek Newcastle Dan Burn nyaris bikin gol bunuh diri saat mencoba memotong umpan Raphinha.
Lamine Yamal melakukan penetrasi dari sisi kanan dan mencoba melepaskan tembakan ke arah tiang dekat. Aaron Ramsdale masih bisa memblok bola dan hanya menghasilkan sepak pojok untuk Barcelona.
Newcastle United lantas menyerang dari sisi kanan dan Anthony Elanga melepaskan umpan silang ke kotak penalti. William Osula meneruskannya dengan sundulan, tapi masih melambung di atas mistar gawang Barcelona.
Elanga menusuk dari kanan dan melepaskan tembakan dengan kaki kiri. Joan Garcia tanpa kesulitan mengamankan bola. Ia kembali melepaskan umpan dari sisi kanan kotak penalti. Namun Osula yang ada di tiang jauh gagal menjangkau bola.
Pertandingan masih berjalan dalam tempo tinggi pada awal babak kedua. Elanga yang banyak beroperasi di sisi kanan beberapa kali menembus pertahanan Barcelona.
Umpan terobosan Lewis Hall jatuh ke kaki Osula yang menyerang dari sisi kiri. Berada di bawah tekanan Pau Cubarsi, Osula gagal mengarahkan tendangannya ke gawang. Harvey Barnes menusuk dari sisi kiri dan melepaskan tembakan mendatar ke arah gawang. Namun, Joan Garcia masih bisa mengamankan bola.
Peluang Barcelona lewat sundulan Ronald Araujo masih melenceng dari gawang Newcastle. Begitu pula dengan tendangan Robert Lewandowski yang memanfaatkan umpan Raphinha.
Jacob Murphy menyambut umpan Lewis Hall dari sisi kiri dengan tendangan voli. Namun upayanya itu masih melayang di atas mistar gawang. Tendangan Harvey Barnes pada menit ke-74 membentur tiang gawang. Bola muntah disambar Joelinton dan masuk ke gawang Barcelona, tapi gol tidak disahkan karena offside.
Newcastle memecah kebuntuan pada menit ke-86. Jacob Murphy melepaskan umpan dari sisi kanan dan Barnes yang luput dari kawalan pemain belakang Barcelona dengan leluasan menyambut bola dengan tendangan. Meski mengarah tepat ke Joan Garcia, bola meluncur terlalu deras ke gawang.
Memasuki menit-menit akhir injury time, Barcelona mendapat penalti menyusul pelanggaran Malick Thiaw kepada Dani Olmo. Lamine Yamal yang maju sebagai eksekutor sukses mengecoh Aaron Ramsdale untuk memaksakan hasil akhir 1-1.
Dalam pertandingan tersebut Juru Taktik Newcastle, Howe justru senang. Sebab timnya tidak akan terbebani dan bisa memberikan kejutan untuk Barcelona.
“Ini adalah laga terbesar dalam sejarah klub belakangan ini. Bagi saya sih begitu dan di sinilah mentalitas dibutuhkan. Bagaimana kami beradaptasi dan menyadari betapa pentingnya laga ini sangat membantu kami,” ujar Howe dikutip dari situs resmi UEFA.
“Status underdog sangat membantu kami ketika lawan lebih diunggulkan dan kami harus bisa memaksimalkan sisi psikologis yang dipunya sebagai senjata.” tambahnya.
Selain itu pelatih Barcelona, Hansi Flick mengaku sangat bersyukur mereka bisa bermain imbang di akhir laga.
“Saya senang kami mencetak gol dan bangkit kembali. Ini bukan pertandingan yang bagus dari kami, tetapi kami memiliki tim muda,” katanya dikutip dari situs UEFA.
“Kami harus meningkatkan diri, tetapi kami memiliki banyak potensi. Kami harus membuat segalanya lebih baik, dan kami akan melakukannya,” ungkapnya.
Pelatih asal jerman itu kemudian memuji lawan mereka. “Kami tahu apa yang diharapkan, datang ke sini. Newcastle sangat bagus dalam transisi,” tutupnya. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar