Iran Ajukan 5 Syarat Utama Penghentian Perang Amerika-Israel
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Hal ini terlihat sikap Iran yang secara tegas menolak proposal damai dari Presiden Donald Trump.
Alih-alih menerima, Iran justru mengajukan lima syarat utama sebagai dasar penghentian perang. Iran bahkan menegaskan bahwa waktu berakhirnya perang akan ditentukan sepenuhnya oleh pihak Iran sendiri.
Adapun lima syarat utama yang diajukan sesuai dengan unggahan di akun media sosial X Kedutaan Besar Iran di Afrika Selatan (@IRaninSA).
“Mengakhiri agresi oleh musuh, jaminan konkret untuk mencegah terulangnya perang, tekad yang jelas, jaminan pembayaran kerusakan perang dan kompensasi, mengakhiri perang secara komprehensif di semua front, termasuk melawan semua kelompok perlawanan, pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz,” tulisnya.
Pemerintah Iran dengan tegas menolak proposal gencatan senjata dari Trump yang mencakup pembatasan program nuklir dan pembukaan Selat Hormuz secara bersyarat.
Bagi Iran, syarat tersebut tidak cukup menjamin keamanan jangka panjang.Teheran bahkan menegaskan akan terus melancarkan serangan di kawasan tersebut.
“Iran akan mengakhiri perang pada waktu yang dipilihnya sendiri dan hanya jika kondisi yang telah ditetapkannya terpenuhi. Itu tidak akan memungkinkan Trump untuk menentukan waktu berakhirnya perang,” ujar Konsulat Jenderal Iran di Mumbai dikutip dari Hill.
Selama ini, Iran telah menyerang Bandara Internasional Kuwait dan target lainnya di negara-negara Teluk Persia dan meluncurkan serangan udara ofensif di tengah jeda Presiden Trump pada hari Selasa atas serangan yang menargetkan infrastruktur energi Iran.
Iran mengatakan tuntutannya yang diajukan pada hari Rabu terpisah dari kondisi yang diajukan selama putaran kedua negosiasi di Jenewa pada 27 Februari 2026 lalu, sehari sebelum serangan dimulai, untuk membahas program nuklir negara itu.
Pembicaraan dianggap progresif tetapi tidak menghasilkan kesepakatan.Sementara itu, Amerika Serikat juga meningkatkan kesiapan militernya. Gedung Putih menyebut operasi militer hampir mencapai tujuan utama, namun tetap membuka opsi eskalasi.
“Kami sangat dekat untuk mencapai tujuan utama operasi ini, dan misi militer ini terus berjalan tanpa henti,” ujar Sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar