Innalillahi Karmia Krissanty, Putri Kedua Politisi Senior Akbar Tandjung Meninggal Dunia
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
- visibility 24
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Kabar duka menyelimuti keluarga politisi senior Akbar Tanjung pada Rabu (11/3) pagi WIB. Karmia Krissanty dikabarkan telah meninggal dunia. Berdasarkan informasi yang diterima Tribunnews, almarhumah Karmia Krissanty mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 08.58 WIB.
Almarhumah merupakan putri dari pasangan Akbar Tandjung dan Krisnina Maharani Akbar Tandjung, berdasarkan informasi yang beredar, almarhumah diketahui sempat berjuang melawan kanker payudara.
Penyakit tersebut menjadi penyebab meninggalnya putri tercinta Akbar Tandjung setelah menjalani perjuangan melawan penyakit tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Meski demikian, pihak keluarga tidak merinci secara detail mengenai proses pengobatan yang dijalani almarhumah sebelum akhirnya meninggal dunia.
Rencananya, prosesi pemakaman akan dilaksanakan pada hari yang sama, Rabu (11/3) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Kepergian Karmia Krissanty meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar, terutama sang suami, Akbar Nasution, serta kedua buah hatinya, Inaya Abriana Nasution dan Raga Hakabara Nasution.
Almarhumah juga meninggalkan tiga orang saudara kandung, yakni Fitri Krisnawati Tandjung, Triana Krisandini Tandjung, dan Sekar Krisnauli Tandjung.
Pihak keluarga menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan yang mungkin dilakukan almarhumah semasa hidupnya.
“Mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf almarhumah semasa hidupnya. Semoga amal ibadah almarhumah diterima di sisi Allah SWT. Kami mohon doa agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” tulis perwakilan keluarga dalam pesan singkat yang diterima.
Pelayat yang hadir cukup banyak dari kalangan politisi maupun masyarakat ang sudah mengenal almarhumah. Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, hadir di lokasi sekira pukul 14.00 WIB.
Mengenakan pakaian koko berwarna putih dan peci hitam, Anies langsung masuk ke dalam rumah duka untuk menemui keluarga besar.
Anies yang memiliki kedekatan emosional dengan melalui organisasi KAHMI, tampak memberikan pelukan penguatan kepada sang mentor.
“Kami menyampaikan duka cita, kami takziah, mendoakan dan kami bertemu dengan Bu Nina dan seluruh keluarga. Insya Allah seluruh keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam melewati masa yang berat ini,” ujar Anies
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, juga hadir mewakili keluarga besar partai berlambang pohon beringin tersebut.
Sarmuji datang untuk menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian putri dari sosok yang dianggap sebagai “Guru Bangsa” di internal Golkar.
“Kami ikut berduka, baik secara pribadi maupun sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar atas wafatnya Mbak Mia putri dari Bang Akbar Tanjung,” kata Sarmuji di lokasi.
Masih di tempat yang sama, terlihat pula Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana yang datang ke rumah duka.
Menpar sempat berbincang dengan para pelayat lainnya sebelum meninggalkan rumah duka.
Wakil Ketua DPR RI bidang Kesejahteraan Rakyat Sari Yuliati sekaligus Bendahara Umum (Bendum) Partai Golkar menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya putri Akbar Tandjung, Karmia Krissanty Tandjung. Dia berpulang pada Rabu pagi, 11 Maret 2026.
“Innalillahi wa inna illaihi roji’un. Turut berduka cita atas wafatnya Karmia Krissanty Tandjung, putri dari Bapak Akbar Tandjung. Semoga almarhumah diampuni segala dosa serta kekhilafannya, dilapangkan kuburnya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT,” kata Sari dalam keterangannya.
Akbar Tandjung dikenal sebagai salah satu tokoh senior Partai Golkar dan politik Indonesia. Dalam perjalanan panjang kariernya, dia pernah menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (1988–1993), Menteri Perumahan Rakyat (1993–1998), serta Menteri Sekretaris Negara pada masa Presiden B.J. Habibie.
Pada periode 1999–2004, Akbar Tandjung menjabat sebagai Ketua DPR RI sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, dan tercatat sebagai tokoh penting dalam menjaga eksistensi Golkar di era Reformasi. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar