Ibu Tiri di Sukabumi Akhirnya Buka Suara Terkait Kematian NS
- account_circle Adi Bima
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Kematian pelajar SMP asal Sukabumi NS (12) hingga kini masih menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat
Hal ini dikarenakan foto dan video kondisi tubuhnya yang dipenuhi luka melepuh tersebar luas di jagat maya.
Menanggapi anggapan liar mengenai dugaan penganiayaan, ibu tiri korban berinisial TR (47) buka suara.
TR menjelaskan bahwa kondisi fisik NS yang memprihatinkan tersebut bukan disebabkan oleh kekerasan, melainkan akibat dari penyakit serius yang menggerogoti tubuh almarhum.
Ia menjelaskan berdasarkan informasi medis yang ia terima, luka tersebut merupakan manifestasi dari penyakit kanker darah. Jadi bukan bekas luka akibat penyiksaan.
“Kalaupun ada kulit yang melepuh itu akibat dari panas dalam karena kanker darah itu. Itu juga informasi dari saksi yang kemarin (melihat diagnosis),” kata TR saat memberikan klarifikasi, Sabtu (21/2).
TR menjelaskan bahwa informasi yang berkembang di kepolisian (BAP) menyebutkan adanya dugaan penyakit penyerta lainnya.
“Dari Pak Surahman yang di BAP di Polsek, anak itu didiagnosa leukemia autoimun. Jadi itu benar-benar karena sakit,” imbuhnya.
TR menceritakan detik-detik saat NS dilarikan ke RSUD Jampangkulon pada Kamis pagi. Ia membantah jika disebut menelantarkan atau menyembunyikan kondisi anak.
Namun, ia mengaku tidak mengetahui detail penjelasan dokter saat itu karena keterbatasan akses saat proses pendaftaran.
“Hari Kamis itu dibawa ke RSUD Jampangkulon, pagi, sama saya dan bapaknya. Kebetulan yang mendampingi almarhum (di ruang pemeriksaan) itu bapaknya, kalau saya sibuk di bagian pendaftaran jadi saya tidak tahu apa yang disampaikan dokter,” ungkapnya.
Merebaknya narasi perundungan yang viral, TR menilai ada pihak yang sengaja menggiring opini sebelum hasil medis keluar.
Ia menyoroti tindakan pihak tertentu yang melakukan interogasi saat NS dalam kondisi kritis, yang kemudian videonya diunggah ke media sosial tanpa konteks yang utuh.
“Belum ada apa-apa langsung di-upload, akhirnya sama netizen digoreng seperti itu. Padahal anak sudah dalam keadaan kritis, malah disuruh mengaku ini itu,” ujar TR.
Lebih lanjut, TR menyatakan kesiapannya mengikuti prosedur yang berlaku. Ia memilih berserah diri kepada Tuhan di tengah derasnya hujatan publik yang mengarah kepadanya.
“Kalau saya pasrah saja, Allah yang Maha Tahu. Kalau aturan manusia kan bisa diubah dan dibuat, kalau aturan Allah kan tidak bisa. Mudah-mudahan ada keajaiban dan kebenaran bisa diperlihatkan,” tutupnya. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar