MBG Kelompk Rentan Dipastikan Tetap Berjalan Saat Lebaran 2026
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS -Mendekati libur Hari Raya Idul Fitri 2026, Program Makanan Bergizi (MBG) untuk kelompok rentan dipastikan tetap berjalan. Program ini menyasar balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, atau yang disebut kelompok 3B. Kebijakan ini diambil untuk memastikan kebutuhan gizi kelompok tersebut terpenuhi selama libur Lebaran.
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya menekankan bahwa layanan MBG bagi kelompok 3B tidak akan dihentikan selama periode libur Lebaran.
Ia memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada kelompok rentan 3B, yaitu balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, tetap berjalan selama periode libur Lebaran 2026.
“Untuk ibu hamil, balita, dan ibu menyusui tetap berjalan meskipun sekolah libur,” kata Sonny.
Program MBG merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap masalah kekurangan gizi.
Pemerintah memastikan layanan pemenuhan gizi bagi kelompok tersebut tidak terhenti meskipun memasuki masa libur panjang Idul Fitri, karena pentingnya nutrisi pada fase kehamilan dan menyusui untuk mendukung pertumbuhan anak serta keseharan ibu, juga berkaitan erat dengan upaya pencegahan stunting.
Badan Gizi Nasional mendorong keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan program ini melalui pengelola (SPPG), dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi. Informasi yang diunggah mencakup daftar menu makanan, kandungan gizi, serta biaya penyediaan makanan.
“BGN telah memerintahkan seluruh SPPG membuat media sosial sebagai sarana komunikasi antara SPPG dan masyarakat, dan wajib mengunggah menu makanan, kadar gizi serta harga,” jelasnya.
BGN juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan terhadap pelaksanaan program MBG.
Ia mengatakan informasi yang diunggah tidak hanya berupa menu makanan, tetapi juga mencakup kandungan gizi serta biaya penyediaan makanan dalam Program MBG.
“BGN telah memerintahkan seluruh SPPG membuat media sosial sebagai sarana komunikasi antara SPPG dan masyarakat, dan wajib mengunggah menu makanan, kadar gizi serta harga,” katanya dilansir Antara.
Menurutnya, langkah tersebut bertujuan agar masyarakat dapat mengetahui secara terbuka kualitas dan komposisi makanan yang diberikan kepada penerima manfaat program.
“Kalau tujuannya untuk memperbaiki silakan datangi SPPG-nya minta lakukan perbaikan. Tapi kalau tujuannya viralkan itu, ya bergantung kepada niatnya masing-masing. Kami tidak bisa melarang,” tutupnya. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar