Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kemenparin Ungkap Keprihatinan dan Penyebab Penutupan PT.Krakatau Osaka Steel

Kemenparin Ungkap Keprihatinan dan Penyebab Penutupan PT.Krakatau Osaka Steel

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Masyarakat Indonesia dikejutkan dengan penutupan pabrik baja multinasional di Cilegon, PT Krakatau Osaka Steel beberapa waktu lalu. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkap penyebab KOS menghentikan kegiatan produksi hingga menutup seluruh operasional bisnisnya di Indonesia mulai Juni 2026.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief mengatakan tekanan industri yang berasal dari faktor global dan domestik menjadi penyebab utama tutupnya pabrik baja itu.

“Kami turut prihatin atas kondisi yang dihadapi para pekerja PT Krakatau Osaka Steel. Oleh sebab itu, kami mengimbau kepada perusahaan untuk memenuhi hak-hak pekerja yang terdampak sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ujar Febri dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (5/5).

Berdasarkan informasi perusahaan, keputusan penghentian produksi telah ditetapkan sejak 23 Januari 2026 melalui rapat Dewan Direksi. KOS juga mengungkapkan telah mengalami kerugian sejak 2022, seiring penurunan kinerja bisnis yang terus berlanjut.

Kemenperin menilai, penutupan itu tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan kombinasi tekanan yang semakin berat bagi industri baja nasional. Penurunan permintaan baja konstruksi di dalam negeri menjadi salah satu pemicu utama, terutama di tengah perlambatan sektor konstruksi.

Di sisi lain, derasnya arus impor baja dengan harga lebih murah turut menekan daya saing produsen domestik. Produk baja dari luar negeri, khususnya dari Tiongkok, dinilai memiliki keunggulan dari sisi skala produksi dan efisiensi biaya sehingga mampu menawarkan harga yang lebih kompetitif di pasar Indonesia.

Menurut dia, kondisi ini menempatkan industri baja nasional pada posisi yang sulit. Produsen dalam negeri berkomitmen menjaga kualitas produk, tetapi harus menghadapi tekanan harga produk impor yang lebih murah.

“Situasi ini semakin diperberat oleh melemahnya permintaan domestik, khususnya dari sektor konstruksi,” ujar Febri.

Selain itu, keterbatasan diversifikasi produk juga menjadi salah satu faktor yang memperlemah daya tahan perusahaan dalam menghadapi tekanan pasar. Kemenperin menilai, kelebihan pasokan baja di tingkat global semakin memperburuk kondisi industri dalam negeri.

“Kesulitan yang dihadapi PT Krakatau Osaka Steel merupakan hasil kombinasi dari berbagai faktor, bukan semata-mata disebabkan oleh faktor internal perusahaan,” ungkapnya. Selain keterbatasan diversifikasi produk, penurunan permintaan dan tekanan impor baja murah, kondisi kelebihan pasokan di tingkat global juga turut memengaruhi daya saing perusahaan

Sebagai respons atas tekanan industri, Kemenperin telah menjalankan sejumlah kebijakan untuk menjaga keberlangsungan industri baja nasional.

Langkah tersebut meliputi pengendalian impor melalui kebijakan larangan dan pembatasan (lartas), pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib untuk baja batangan, penyediaan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), serta pemberian tarif bea masuk nol persen untuk bahan baku billet.

Meski demikian, pemerintah mengakui bahwa upaya tersebut belum sepenuhnya mampu meredam tekanan yang dihadapi pelaku industri. Berkaca dari kasus KOS, Kemenperin menilai diperlukan penguatan kebijakan perlindungan serta strategi pengembangan industri yang lebih komprehensif.

“Kami akan melakukan kajian secara komprehensif guna merumuskan strategi yang lebih efektif dalam menjaga keberlanjutan industri baja dalam negeri,” kata Febri.

Industri baja secara global tengah menghadapi tantangan berupa kelebihan pasokan serta praktik perdagangan dengan harga rendah. Kondisi ini mendorong berbagai negara menerapkan kebijakan proteksi, seperti tarif bea masuk dan instrumen trade remedies, guna melindungi industri domestik.

Kemenperin menegaskan akan terus memperkuat daya saing industri baja nasional melalui optimalisasi kebijakan pengendalian impor, perluasan SNI wajib, serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Para Ahli dan Pegiat Bisnis Plastik Sebut Inilah Penyebab Utama Kenaikkan Harga Plastik

    Para Ahli dan Pegiat Bisnis Plastik Sebut Inilah Penyebab Utama Kenaikkan Harga Plastik

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 31
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – CEO DST-Pack, Stanislav Krykun, sebuah perusahaan pengemasan yang berbasis di Polandia. Harga plastik cenderung terus merangkak naik bila ketegangan di Timur Tengah tak mereda. “Pemasok plastik kami di China telah menaikkan harga sekitar 15% baru-baru ini, dan mereka menyebutkan kenaikan biaya bahan baku dan ketidakpastian pasar secara umum sebagai alasannya,” ujarnya. Karena itu […]

  • Penguatan Sinergi Kementerian Ekonomi Kreatif  Bersama ICCN: Mengusung Teknologi AI dan Kompas Kota Kreatif Bagi Akselerasi Nasional

    Penguatan Sinergi Kementerian Ekonomi Kreatif Bersama ICCN: Mengusung Teknologi AI dan Kompas Kota Kreatif Bagi Akselerasi Nasional

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 49
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Menteri Ekonomi Kreatif dan Ketua Umum ICCN, Teuku Riefky Harsya, memperkuat sinergi dengan ICCN guna memantapkan posisi ekonomi kreatif Indonesia di kancah internasional. Pertemuan yang diselenggarakan pada Kamis, 11 Februari 2026 tersebut menelurkan komitmen bersama untuk menyukseskan gelaran World Conference on Creative Economy (WCCE) serta memperluas jangkauan pembiayaan bagi pelaku kreatif di daerah. […]

  • MUI Desak Pemerintah Keluar dari Board of Peace

    MUI Desak Pemerintah Keluar dari Board of Peace

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Deva Sakti
    • visibility 50
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Pemerintah Republik Indonesia untuk mempertimbangkan kembali untuk keterlibatan dalam Board of Peace, termasuk opsi untuk menarik diri dari forum internasional tersebut. Keikutsertaan Indonesia justru dinilai tidak sejalan dengan sikap konstitusional yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menyatakan keputusan Indonesia bergabung dengan Board of […]

  • Ketegangan AS-Iran Memuncak, Harga Migas Kembali Melonjak

    Ketegangan AS-Iran Memuncak, Harga Migas Kembali Melonjak

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 23
    • 1Komentar

    INFOKITA.NEWS – Harga minyak acuan dunia dan gas bumi Eropa melonjak usai Angkatan Laut AS menyita sebuah kapal Iran pada Minggu (19/4). Penyitaan dilakukan ketika Iran menembaki kapal-kapal dan kembali memberlakukan kontrol di Selat Hormuz. Harga minyak Brent naik 5,8% menjadi US$95,65 per barel, sedangkan minyak West Texas Intermediate melonjak 7,0% menjadi US$89,75 per barel. […]

  • Presiden Prabowo Subianto saat melihat perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (13/1/2026)

    Presiden Prabowo Berikan Perhatian Khusus pada Percepatan Pembangunan IKN

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Nag Rustandi
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa sejak awal Presiden Prabowo telah memberikan perhatian khusus pada keberlanjutan perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Perhatian itu agar IKN terutama pada pembangunan sarana pemerintahan, terutama gedung legislatif dan yudikatif, dapat diselesaikan lebih cepat dengan target rampung pada 2028. Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (13/1/2026) lalu menerima laporan […]

  • Trump Kembali Serang Iran Hancurkan Jembatan B1 di Karaj, 13  Korban Tewas dan 95 Luka-Luka, Araghchi: Yang tidak akan pernah pulih adalah kerusakan pada reputasi Amerika,

    Trump Kembali Serang Iran Hancurkan Jembatan B1 di Karaj, 13 Korban Tewas dan 95 Luka-Luka, Araghchi: Yang tidak akan pernah pulih adalah kerusakan pada reputasi Amerika,

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 15
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Ketegangan Amerika Serikat terhadap Iran semakin lama semakin memanas, belum lama ini Presiden AS< Donald Trump berhasil menghasncurkan salah satu akses penting negara Timur Tengah yaitu Jembatan B-1 yang menghubungkan ibu kota Iran, Teheran, dan Karaj, hancur seketika usai menjadi sasaran dalam dua gelombang serangan rudal milik Amerika Serikat, Kamis waktu setempat. Akibat […]

expand_less