Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Imbas Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Mentah Meroket, Tembus US$100 per Barel

Imbas Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Mentah Meroket, Tembus US$100 per Barel

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 43
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Harga minyak dunia melonjak tajam hingga menembus level US$100 per barel setelah pasokan dari Timur Tengah terganggu akibat konflik Iran dengan ditutupnya selat Hormuz dalam beberapa waktu terakhir.


Pada perdagangan Senin (9/3/2026), harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) melonjak 18,98% atau US$17,25 menjadi US$108,15 per barel. Sementara itu, minyak acuan global Brent naik 16,19% atau US$15,01 ke level US$107,70 per barel.

Kenaikkan bahan baku ini memperpanjang reli harga minyak setelah pekan lalu minyak mentah AS tercatat melonjak sekitar 35%, yang disebut sebagai kenaikan mingguan terbesar dalam sejarah perdagangan futures sejak 1983.

Terakhir kali harga minyak menembus US$100 per barel terjadi setelah Rusia menginvasi Ukraina pada 2022. Kenaikan harga dipicu oleh pemangkasan produksi oleh sejumlah produsen besar di Timur Tengah, di tengah masih tertutupnya Selat Hormuz-jalur vital pengiriman energi dunia.

Sebagai salah satu produsen minyak terbesar kelima di OPEC, Kuwait, pada Sabtu mengumumkan pemotongan produksi minyak dan output kilang sebagai langkah pencegahan menyusul ancaman Iran terhadap keamanan kapal yang melintas di Selat Hormuz. Namun, Kuwait Petroleum Corporation tidak merinci besaran pengurangan produksi tersebut.

Sementara itu, produksi minyak di Irak dilaporkan anjlok tajam. Tiga pejabat industri mengatakan kepada Reuters bahwa produksi dari tiga ladang minyak utama di selatan Irak turun sekitar 70% menjadi hanya 1,3 juta barel per hari (bph). Sebelum perang dengan Iran pecah, ladang-ladang tersebut memproduksi sekitar 4,3 juta bph.

Terpantau dari Senin (9/3), di sisi lain, Uni Emirat Arab (UEA) juga menyatakan tengah mengelola produksi minyak lepas pantai secara hati-hati untuk menyesuaikan kapasitas penyimpanan. Perusahaan minyak nasional Abu Dhabi, Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), menyebut operasi produksi darat masih berjalan normal.

Negara-negara Teluk memang mulai mengurangi produksi karena kapasitas penyimpanan semakin terbatas. Penutupan Selat Hormuz membuat banyak kapal tanker enggan melintas karena khawatir diserang Iran. Padahal, sekitar 20% konsumsi minyak dunia biasanya diekspor melalui jalur sempit tersebut.

Di tengah ketegangan yang masih berlangsung, pemerintah Amerika Serikat optimistis jalur pelayaran di Selat Hormuz akan kembali dibuka dalam waktu dekat. Sementara itu, Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan lalu lintas kapal tanker diperkirakan akan kembali normal setelah kemampuan Iran untuk mengancam kapal berhasil dilemahkan.

“Kita tidak terlalu lama lagi sebelum melihat arus kapal mulai kembali lebih normal melalui Selat Hormuz,” kata Wright dalam wawancaranya..

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kondisi saat ini masih jauh dari normal.

“Lalu lintas saat ini masih jauh dari kondisi normal. Itu akan membutuhkan waktu. Namun dalam skenario terburuk, ini hanya akan memakan waktu beberapa minggu, bukan berbulan-bulan,” ujarnya.

Pengamat Ekonom Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radi mengatakan jika eskalasi konflik Israel-Iran meluas, kata Fahmy, tidak bisa dihindari harga minyak dunia akan melambung diperkirakan bisa mencapai di atas US $ 100 per barrel. 

“JP Morgan memperkirakan harga minyak dunia bisa melonjak hingga US$ 130 per barel jika eskalasi perang meluas hingga Iran menutup Selat Hormuz, yang menjadi lalu lintas pengangkutan minyak dunia,” kata Fahmy.

Dalam kondisi tersebut, Pemerintah Indonesia dihadapkan pada dilema dalam penetapan harga BBM di dalam negeri. Kalau harga BBM Subsidi tidak dinaikkan, beban APBN akan membengkak. 

“Di samping itu, kenaikan harga minyak dunia akan semakin menguras devisa untuk membiayai impor BBM. Ujung-ujungnya makin memperlemah kurs rupiah terhadap dollar AS, yang sempat menembus Rp. 17.000 per dollar AS,” jelas Fahmy. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kalah Tipis 1-0: Voucher Penalti Bulgaria, Kandaskan Mimpi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

    Kalah Tipis 1-0: Voucher Penalti Bulgaria, Kandaskan Mimpi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 21
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Laga sengit dan menegangkan tersaji dalam babak final FIFA Series 2026, Timnas Indonesia akan menjamu Bulgaria dalam partai final FIFA Series 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (30/3) malam WIB. Laga ini menjadi momen krusial bagi Skuad Garuda untuk membuktikan kualitas mereka di hadapan publik sendiri. Setelah tampil […]

  • 6 Menu Berbuka Puasa yang Kenyang Tanpa Risau Berat Badan Naik

    6 Menu Berbuka Puasa yang Kenyang Tanpa Risau Berat Badan Naik

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 24
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Bulan suci Ramadhan dinilai sebagai waktu yang tepat untuk menjaga pola makan sekaligus mengatur berat badan, akan tetapi tidak makan selama 12 jam belum bisa dikatakan dapat menurunkan berat badan secara instan. Umumnya ada kebiasaan yang kurang baik saat seseorang berpuasa yaitu “balas dendam” artinya menghabiskan makanan atau minuman manis ataupun berminyak sehingga, […]

  • PANAS! Iran Kirimkan Rudal Untuk Pangkalan Militer AS di Bahrain

    PANAS! Iran Kirimkan Rudal Untuk Pangkalan Militer AS di Bahrain

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 47
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Iran mengirimkan serangan ke pangkalan angkatan laut AS yang ada di Bahrain pda Sabtu (28/2) waktu setempat. Serangan tersebut terjadi tidak lama berselang pasca Israel menyerang sejumlah wilayah Iran, demikian dilaporkan kantor berita semi-resmi Iran. Diketahui Bahrain merupakan sekutu utama AS yang berada di Teluk Persia, sedangkan markas pasukan ke-5 AS terletak di […]

  • Aksi Gila! Pelaku Pelecehan Seksual Nekat Sembunyi di Bawah Peron Stasiun Kebayoran

    Aksi Gila! Pelaku Pelecehan Seksual Nekat Sembunyi di Bawah Peron Stasiun Kebayoran

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 44
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Belum lama setelah kasus kecelakaan kereta api beberapa waktu lalu, kini dikabarkan seorang pelaku pelecehan seksual diduga nekat bersembunyi di bawah peron Stasiun Kebayoran untuk mengintip dan merekam rok perempuan di gerbong KRL. Kejadian itu kemudian viral setelah korban mengungkap kronologinya di media sosial. Korban yang mengunggah kejadian itu melalui akun @andinewst di […]

  • Polisi Temukan Ada Ruang Isolasi dalam Kasus Kekerasan Anak Daycare Little Aresha Jogja

    Polisi Temukan Ada Ruang Isolasi dalam Kasus Kekerasan Anak Daycare Little Aresha Jogja

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 21
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta, Rizki Adrian, membeberkan temuan ruang isolasi yang sangat tidak layak bagi pertumbuhan balita. Terdapat beberapa kamar kecil berukuran sekitar 3 meter yang dipadati oleh hingga 20 anak dalam satu ruangan. Data kepolisian menunjukkan dari 103 anak yang terdaftar, sedikitnya 53 anak diduga kuat menjadi korban kekerasan fisik […]

  • Mendag RI Impor Pasokan Nafta dari India hingga Amerika, Kini dalam Perjalanan ke Indonesia

    Mendag RI Impor Pasokan Nafta dari India hingga Amerika, Kini dalam Perjalanan ke Indonesia

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 22
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Ditengah kelangkaan sejumlah bahan baku industri sebagai imbas ketegangan poitik AS-Iran dalam beberapa waktu terakhir, salah satunya kelangkaan stok Nafta sehingga hal tersebut dinilai menjadi salah satu yang mengakibatkan melonjaknya harga plastik yang ada di tanah air. Sebagaimana diketahui Nafta adalah produk sampingan hasil penyulingan minyak bumi mentah dengan titik didih 30°C sampai […]

expand_less
content-1701

article 898100101

article 898100102

article 898100103

article 898100104

article 898100105

article 898100106

article 898100107

article 898100108

article 898100109

article 898100110

article 898100111

article 898100112

article 898100113

article 898100114

article 898100115

article 898100116

article 898100117

article 898100118

article 898100119

article 898100120

article 898100121

article 898100122

article 898100123

article 898100124

article 898100125

article 898100126

article 898100127

article 898100128

article 898100129

article 898100130

article 898100131

article 898100132

article 898100133

article 898100134

article 898100135

article 898100136

article 898100137

article 898100138

article 898100139

article 898100140

article 898100141

article 898100142

article 898100143

article 898100144

article 898100145

article 898100146

article 898100147

article 898100148

article 898100149

article 898100150

article 898100151

article 898100152

article 898100153

article 898100154

article 898100155

article 898100156

article 898100157

article 898100158

article 898100159

article 898100160

article 878800051

article 878800052

article 878800053

article 878800054

article 878800055

article 878800056

article 878800057

article 878800058

article 878800059

article 878800060

article 878800061

article 878800062

article 878800063

article 878800064

article 878800065

article 878800066

article 878800067

article 878800068

article 878800069

article 878800070

article 878800071

article 878800072

article 878800073

article 878800074

article 878800075

article 878800076

article 878800077

article 878800078

article 878800079

article 878800080

article 878800081

article 878800082

article 878800083

article 878800084

article 878800085

article 878800086

article 878800087

article 878800088

article 878800089

article 878800090

budaya 538000021

budaya 538000022

budaya 538000023

budaya 538000024

budaya 538000025

budaya 538000026

budaya 538000027

budaya 538000028

budaya 538000029

budaya 538000030

budaya 538000031

budaya 538000032

budaya 538000033

budaya 538000034

budaya 538000035

budaya 538000036

budaya 538000037

budaya 538000038

budaya 538000039

budaya 538000040

content-1701