Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sport » Kalah Tipis 1-0: Voucher Penalti Bulgaria, Kandaskan Mimpi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Kalah Tipis 1-0: Voucher Penalti Bulgaria, Kandaskan Mimpi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Laga sengit dan menegangkan tersaji dalam babak final FIFA Series 2026, Timnas Indonesia akan menjamu Bulgaria dalam partai final FIFA Series 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (30/3) malam WIB.

Laga ini menjadi momen krusial bagi Skuad Garuda untuk membuktikan kualitas mereka di hadapan publik sendiri.

Setelah tampil impresif pada laga sebelumnya, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman diprediksi tidak akan melakukan banyak perubahan dalam susunan pemain. Namun, tentunya dalam menghadapi Bulgaria yang memiliki kualitas di atas lawan sebelumnya, sejumlah penyesuaian taktik tetap berpotensi dilakukan.

Timnas Indonesia sebenarnya memulai laga dengan cukup impresif dalam melakukan serangan untuk mencuri gol cepat.

Sepanjang jalannya pertandingan tampak pemain timnas Indonesia mampu mengimbangi dan menguasai jalannya , walaupun rapat dan kokohnya pertahanan tim Alexander Dimitrov tidak menyurutkan serangan demi serangan yang dibangun Jay Idzes dan kawan-kawan.

Pada menit ke-38, melalui eksekusi penalti Bulgaria berhasil mencetak 1 gol melalui eksekusi penalti sempurna Marin Petkov .

Hingga paruh babak pertama usai Timnas Indonesia untuk sementara masih tertinggal 0-1 dari Bulgaria pada final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan Jakarta, Senin (30/3.2026) malam WIB.

Pelatih John Herdman memainkan formasi 3-4-3 dalam laga versus Bulgaria. Tiga penyerang diturunkan sekaligus yakni Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, dan Ramadhan Sananta.

Ole Romeny tampil impresif di laga sebelumnya, kembali mendapat kepercayaan sebagai juru gedor. Beckham Putra diistirahatkan dan memilih Ragnar Oratmangoen sejak menit pertama.

Sementara Ramadhan Sananta kembali mendapat kepercayaan sebagai starter, meski mendapat sorotan atas penampilannya di laga sebelumnya. Di awal-awal permainan, Sananta menunjukkan keberanian merebut bola disusul percobaan menembak, meski membentur pemain Bulgaria.

Ragnar Oratmangoen tak kalah berani melakukan solo run dan tusukan yang membuat pertahanan Bulgaria bekerja keras.

Sementara Ole Romeny juga tampil dengan cukup percaya diri untuk ikut membongkar pertahanan lawan.Ole Romeny bahkan harus dihentikan dengan tekel berbahaya oleh bek kanan Bulgaria, Martin Georgiev dan membuatnya diganjar kartu kuning.

Beberapa usaha yang dibangun Timnas Indonesia dari skema umpan silang dan tendangan bebas, belum bisa berbuah manis.

Setelah kemasukkan gol penalti Bulgaria lewat eksekusi penalti Marin Petkov, memaksa barisan depan skuad Garuda sedikit kesulitan. Usaha dari Ramadhan Sananta yang turun ke tengah, masih bisa diantisipasi pemain Bulgaria.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, melakukan perubahan di babak kedua. Ramadhan Sananta ditarik keluar dan digantikan dengan gelandang Ivar Jenner, membuat lini depan Indonesia diisi duet Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny.

Ivar Jenner langsung menebar ancaman di pertahanan Bulgaria lewat aksi tusukan dari tengah ke kotak penalti. Ia terjatuh, namun wasit tak menganggapnya sebagai pelanggaran.

Permainan kolektif Timnas Indonesia masih cukup baik setidaknya hingga memasuki 10 menit babak kedua berjalan. Namun masih belum cukup untuk menyamakan kedudukan, karena rapatnya pertahanan Bulgaria.

Sebagai pelatih Timnas Indonesia, John Herdman melakukan lima perubahan starting XI melawan Bulgaria. Justin Hubner, Ragnar Oratmangoen, dan Nathan Tjoe-A-On adalah tiga di antara lima pemain yang langsung dimainkan sejak menit awal.

Meski banyak penyesuaian, Timnas Indonesia cukup bisa mengimbangi permainan Bulgaria. Hanya saja, tidak banyak serangan yang diciptakan Ole Romeny cs sepanjang babak pertama berjalan.

John Herdman memutuskan untuk memainkan Ivar Jenner pada babak kedua. Ramadhan Sananta yang bermain di bawah performa, ditarik keluar.

Timnas Indonesia mencoba bangkit dengan memainkan lebih banyak bola-bola direct. Pemain-pemain yang dimasukkan pada babak kedua seperti Elkan Baggott, Dony Tri Pamungkas, hingga Eliano Reijnders juga memberikan warna tersendiri buat Skuad Merah Putih.

Hasilnya, peluang demi peluang didapat Timnas Indonesia. Sundulan Baggott misalnya, hampir membuat skor imbang menjadi 1-1, sayang bolanya masih bisa dihalau.

Minimnya opsi serangan langsung Bulgaria ke gawang Emil Audero menjadi catatan penting untuk diketahui bahwa gol penalti itu murni betapa sulitnya membongkar pertahanan hingga sampai ke gawang timnas Indonesia.

Kemudian bicara soal peluang timnas Indonesia data peluang Ole Romeny juga menerpa tiang gawang.Peluang emas terakhir Timnas Indonesia diperoleh Rizky Ridho.

Tendangan kaki kirinya terkena tiang gawang. Hingga peluit panjang babak kedua dibunyikan skor akhir tidak berubah untuk keunggulan Bulgaria di FIFA Series 2026 ini, Timnas Indonesia gagal mengangkat trofi juara FIFA Series 2026 setelah takluk 0-1 dari Bulgaria. Anak asuh John Herdman harus mengakui kekuatan Marin Petkov dan kawan-kawan.

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, mengaku tetap sangat bangga meskipun Skuad Garuda kalah 0-1 dari Timnas Bulgaria pada final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3).

Timnas Indonesia kalah melalui gol penalti di babak pertama, tepatnya di menit ke-38. Wasit memutuskan untuk menghadiahkan Bulgaria tendangan penalti setelah melakukan pengecekan VAR. Kevin Diks dianggap melakukan pelanggaran terhadap Zdravko Dimitrov.

“Pertama-tama, saya sangat bangga dengan tim. Saya rasa kami bermain bagus, sayangnya kami kalah. Kami punya beberapa peluang tapi saya tetap sangat bangga dengan tim,” ujar Jay setelah pertandingan.

“Anda tahu, kami punya pelatih baru, staf baru dengan ide-ide baru dan terlihat kami langsung mencoba menerapkannya.”

“Saya sangat bangga dengan para pemain karena kami sudah berusaha maksimal, meski dalam waktu singkat. Tapi pada akhirnya, ya, kami kalah, tapi ini langkah awal yang sangat baik dalam perjalanan baru kami,” imbuh pemain klub Serie A Italia, Sassuolo, tersebut.

Herdman pun menilai anak asuhnya tampil sesuai identitas yang ia bangun, baik dalam menyerang maupun bertahan, meski hasil akhir tidak berpihak.

Pelatih asal Inggris tersebut menegaskan bahwa performa timnya layak diapresiasi, terlepas dari kekalahan yang diderita.

“Kita melawan tim Eropa yang punya tradisi kuat dan saya pikir kita tampil bagus malam ini, dengan identitas menyerang dan bertahan, saya rasa tim ini terhubung dengan baik selama 90 menit,” ujar Herdman.

Ia juga menyoroti beberapa momen krusial yang menurutnya sangat memengaruhi jalannya pertandingan, termasuk peluang yang gagal berbuah gol serta keputusan penalti untuk Bulgaria.

“Dua peluang kita membentur mistar gawang, dan kita kebobolan penalti yang menurut saya pelanggarannya soft. Secara keseluruhan, saya bangga dengan para pemain,” lanjutnya.

Menurut Herdman, hasil pertandingan bisa saja berbeda jika sedikit keberuntungan berpihak kepada timnya.

“Saya rasa usaha yang para pemain tunjukkan sudah tepat. Mereka tampil maksimal malam ini. Saya rasa di malam yang berbeda, kita bisa mendapatkan hasil yang lebih bagus,” katanya.

Terlepas dari kekalahan, Herdman melihat perkembangan signifikan dalam cara bermain Timnas Indonesia, khususnya dalam membangun serangan.

Ia menilai Indonesia mampu mendominasi permainan hingga sepertiga akhir lapangan, bahkan saat menghadapi tim dengan reputasi kuat seperti Bulgaria.

“Saya rasa build-up play kami sampai sepertiga akhir sangat dominan, tahu, kami melawan Bulgaria, tim Eropa papan atas secara tradisional, tapi Indonesia menurut saya menguasai banyak bagian pertandingan,” tutur Herdman. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Catatan OJK Utang Pinjol Warga RI Per 1 Februari 2026 Tembus Sampai 100T

    Catatan OJK Utang Pinjol Warga RI Per 1 Februari 2026 Tembus Sampai 100T

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 18
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding atau utang pinjaman online (pinjol) mencapai Rp100,69 triliun per Februari 2026. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan angka tersebut tumbuh sebesar 25,75 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Sementara itu, rasio tingkat wanprestasi 90 […]

  • FIFA Siapkan 52 Pengadil Lapangan Pimpin Piala Dunia 2026

    FIFA Siapkan 52 Pengadil Lapangan Pimpin Piala Dunia 2026

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Adi Nurahman
    • visibility 16
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – FIFA secara resmi mengumumkan 52 wasit utama, 88 asisten wasit dan 30 wasit VAR dari enam konfederasi dan 50 federasi sebagai perangkat pertandingan Piala Dunia 2026. Setelah melalui proses seleksi yang teliti dan komprehensif selama lebih dari tiga tahun, FIFA merilis daftar petugas pertandingan Piala Dunia 2026. Penunjukan dilakukan berdasarkan prinsip FIFA, yaitu […]

  • Eksekusi Penalti Sempurna Havertz Selamatkan Arsenal dari Kekalahan Kontra Leverkusen

    Eksekusi Penalti Sempurna Havertz Selamatkan Arsenal dari Kekalahan Kontra Leverkusen

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 41
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Leverkusen vs Arsenal berlangsung di Bay Arena pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (12/6/2026). Laga sengit tapi minim peluang berbahaya tersaji sepanjang babak pertama. Tuan rumah mengancam di awal laga lewat percobaan Christian Michel Kofane. Tembakannya tapi masih mengarah ke pelukan David Raya. Arsenal berusaha memegang kendali laga. Peluang […]

  • Sikap Tegas Dalam Kasus Dugaan Pelecehan, Kampus UI Drop Out Pelaku Pelecehan Seksual

    Sikap Tegas Dalam Kasus Dugaan Pelecehan, Kampus UI Drop Out Pelaku Pelecehan Seksual

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 25
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Universitas Indonesia (UI) menegaskan akan memberikan sanksi terhadap pelaku pelecehan seksual. Seperti yang saat ini tengah ramai, 16 mahasiswa FH UI diduga lakukan pelecehan seksual lewat grup chat. Mereka viral setelah tangkapan layar grup chat tersebar luas di media sosial. Isi chat tersebut dinilai tidak pantas dan telah melecehkan mahasiswa lain. “UI menegaskan […]

  • Stasiun Bekasi Timur Tutup Sementara, Kisah Pilu Keluarga Korban Kecelakaan Kereta: Saudara Saya Jadi Salah Satu Dari Tiga Orang yang Terakhir Ditarik dari Kereta Tersebut

    Stasiun Bekasi Timur Tutup Sementara, Kisah Pilu Keluarga Korban Kecelakaan Kereta: Saudara Saya Jadi Salah Satu Dari Tiga Orang yang Terakhir Ditarik dari Kereta Tersebut

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 18
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Insiden kecelakaan kedua terjadi saat KRL tujuan Jakarta–Cikarang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya menabrak rangkaian KRL tersebut pada Senin (27/4/2026) malam. PT Kereta Api Indonesia (Persero) masih menutup sementara Stasiun Bekasi Timur untuk naik-turun penumpang KRL Commuter Line. KAI masih akan mengevaluasi keseluruhan […]

  • Perkembangan Gempa Sulut, Safitri: Gempa Paling Kencang Selama Saya Tinggal Enam Tahun di Manado

    Perkembangan Gempa Sulut, Safitri: Gempa Paling Kencang Selama Saya Tinggal Enam Tahun di Manado

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 15
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Telah terjadi Gempa bumi magnitudo 7,6 yang berpusat di perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara, pukul 06.48 WITA (atau 05.48 WIB), Kamis (02/04), guncangannya dirasakan warga di Bitung dan Manado (Sulut) hingga Ternate (Maluku Utara). Laporan terakhir gempa tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia dan seorang lainnya terluka di Manado akibat tertimpa […]

expand_less
content-1701

article 898100101

article 898100102

article 898100103

article 898100104

article 898100105

article 898100106

article 898100107

article 898100108

article 898100109

article 898100110

article 898100111

article 898100112

article 898100113

article 898100114

article 898100115

article 898100116

article 898100117

article 898100118

article 898100119

article 898100120

article 898100121

article 898100122

article 898100123

article 898100124

article 898100125

article 898100126

article 898100127

article 898100128

article 898100129

article 898100130

article 898100131

article 898100132

article 898100133

article 898100134

article 898100135

article 898100136

article 898100137

article 898100138

article 898100139

article 898100140

article 898100141

article 898100142

article 898100143

article 898100144

article 898100145

article 898100146

article 898100147

article 898100148

article 898100149

article 898100150

article 898100151

article 898100152

article 898100153

article 898100154

article 898100155

article 898100156

article 898100157

article 898100158

article 898100159

article 898100160

article 878800051

article 878800052

article 878800053

article 878800054

article 878800055

article 878800056

article 878800057

article 878800058

article 878800059

article 878800060

article 878800061

article 878800062

article 878800063

article 878800064

article 878800065

article 878800066

article 878800067

article 878800068

article 878800069

article 878800070

article 878800071

article 878800072

article 878800073

article 878800074

article 878800075

article 878800076

article 878800077

article 878800078

article 878800079

article 878800080

article 878800081

article 878800082

article 878800083

article 878800084

article 878800085

article 878800086

article 878800087

article 878800088

article 878800089

article 878800090

budaya 538000021

budaya 538000022

budaya 538000023

budaya 538000024

budaya 538000025

budaya 538000026

budaya 538000027

budaya 538000028

budaya 538000029

budaya 538000030

budaya 538000031

budaya 538000032

budaya 538000033

budaya 538000034

budaya 538000035

budaya 538000036

budaya 538000037

budaya 538000038

budaya 538000039

budaya 538000040

content-1701