Wacana WFH Sehari dan Produktivitas : Upaya Pemerintah Menata Pola Kerja Baru
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Senin, 23 Mar 2026
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Pemerintah berencana untuk mengkaji penerapan kebijakan work from home (WFH) minimal satu hari dalam sepekan direspons Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Kebijakan ini diambil demi hemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebagai antisipasi seretnya pasokan minyak imbas perang di timur tengah.
WFH ini akan berlaku bagi aparatur sipil Negara (ASN) maupun pegawai swasta. Namun, tidak semua sektor pekerjaan bisa menerapkan WFH, dan hal ini sedang dikaji pemerintah.
Sebelumnya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan kebijakan tersebut masih dalam tahap perumusan dan akan segera diumumkan kepada publik.
“Sebagaimana disampaikan Bapak Presiden pada saat sidang kabinet paripurna bahwa kita sedang merumuskan beberapa kebijakan dalam rangka untuk kita mulai menyadari bahwa kita semua harus bersama-sama untuk mengefisienkan diri kita dalam hal bekerja,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Negara, Sabtu (21/3).
“Bukan berarti ada masalah terhadap pasokan BBM, sebagaimana yang terus kita sampaikan bahwa insyaallah pasokan BBM tidak ada masalah, pasokan BBM aman,” ujarnya.
Menurut Prasetyo, salah satu opsi yang dikaji adalah penerapan WFH setidaknya satu hari dalam seminggu.
“Salah satu bentuk mungkin akan diberlakukan untuk work from home, paling tidak satu hari dalam satu minggu,” kata dia.
“Bukan berarti ada masalah terhadap pasokan BBM, sebagaimana yang terus kita sampaikan bahwa insyaallah pasokan BBM tidak ada masalah, pasokan BBM aman,” ujarnya.
Menurut Prasetyo, salah satu opsi yang dikaji adalah penerapan WFH setidaknya satu hari dalam seminggu.
“Salah satu bentuk mungkin akan diberlakukan untuk work from home, paling tidak satu hari dalam satu minggu,” kata dia.
Pemerintah sendiri telah menetapkan kebijakan WFA pada 25-27 Maret 2026.
Ditemui usai salat Idul Fitri di Masjid Salahuddin Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Sabtu (21/3), Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa menjelaskan tentang wacana WFH sehari yang direncanakan pemerintah.
“Pada dasarnya kita akan memotong anggaran, saya akan batasi anggaran-anggaran yang baru, jangan diajukan lagi. Menterinya mengajukan terus, itu kita batasi, kita potong kalau yang itu. Yang lain kita akan sesuaikan, tapi tidak akan sampai mempengaruhi ekonomi,” jelas Purbaya
“Ada hitungan kasar sekali. Bukan saya yang hitung. Mereka hitung (hemat BBM saat WFA)kalau kasar lah sehari, lupa saya. Tapi seperlima-limanya kira-kira 20 persen saya bilang,” ujarnya
Selain penghematan energi, ia menyebut kebijakan tersebut juga dapat mendorong aktivitas ekonomi, terutama sektor pariwisata.
“Jadi saya pikir tiga hari tuh lumayan tuh. Banyak aktivitas di rumah dan mungkin turisme juga,” pungkasnya. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar