Menteri HAM RI Natalius Pigai Kecam Keras Aksi Penyiraman Air Keras Pada Aktivis KontraS: “Premanisme Tak Boleh Hidup di Indonesia”
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Belum lama ini seorang aktivis Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Wakil Koordinator KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan), Andrie Yunus, diserang menggunakan air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Maret 2026, yang dinilai sebagai upaya pembungkaman aktivis HAM.
Insiden ini memicu kecaman luas sebagai teror terhadap demokrasi.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, angkat bicara dan mengecam keras tindakan keji penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Pigai menegaskan bahwa tindakan kekerasan dan premanisme terhadap pembela HAM tidak memiliki tempat di bumi Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Pigai menanggapi peristiwa tragis yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan demokrasi di tanah air.
”Saya mengecam keras tindakan penyiraman air keras terhadap saudara Andrie Yunus.
Ini adalah bentuk tindakan biadab yang tidak bisa ditoleransi,” ujar Natalius Pigai dalam keterangannya kepada media pada Sabtu (14/3) setelah rapat sidang paripurna bersama presiden.
Pigai menekankan bahwa negara harus hadir untuk memberikan perlindungan kepada setiap warga negara, terlebih kepada mereka yang berjuang demi tegaknya hak asasi manusia. Ia menilai serangan terhadap aktivis merupakan ancaman serius terhadap kebebasan berpendapat dan demokrasi.
”Premanisme dalam bentuk apa pun, apalagi yang mengancam nyawa dan keselamatan fisik seseorang, tidak boleh dibiarkan hidup di Indonesia. Kita adalah negara hukum, bukan negara rimba,” tegas mantan Komisioner Komnas HAM tersebut.
Lebih lanjut, sebagai Menteri HAM meminta aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya.
Ia mendesak kepolisian untuk menangkap tidak hanya pelaku di lapangan, tetapi juga dalang di balik aksi penyerangan tersebut.
”Saya meminta pihak kepolisian bergerak cepat. Tangkap pelakunya dan ungkap motif di baliknya. Jangan biarkan ada impunitas terhadap pelaku kekerasan terhadap aktivis.
Keamanan setiap pejuang HAM harus terjamin,” pungkasnya.
Peristiwa yang menimpa Andrie Yunus ini memicu gelombang solidaritas dari berbagai kalangan masyarakat sipil yang menuntut perlindungan lebih bagi para aktivis di Indonesia. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar