Kasatgas Tito Tinjau Huntara Kabupaten Pidie Jaya, Ditemani Mensos dan Wagub Aceh
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) selaku Ketua Umum Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumaatera, Tito Karnavian tengah meninjau lokasi hunian sementara (huntara) di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh pada Jumat (6/3).
Dalam peninjauan tersebut, Tito ditemani Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dan Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Fadhullah mengecek fasilitas yang tersedia dihuntara, serta berdialog dengan beberapa pengungsi.
Dalam keterangannya di depan awak media, Tito menjabarkan huntara yang dibangun di Pidie Jaya terbagi menjadi empat jenis. Di antaranya huntara yang dibangun BPI Danantara huntara yang diinisiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), huntara yang diinisiasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta tidak ketinggalan ada huntara yang dibangun gotong royong dari organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan relawan.
Dari empat jenis bangunan tersebut, ia menyebutkan adanya perbedaan karakteristik fasilitas di dalamnya.
“Misalnya di BNPB di sana tidak ada ranjang tapi kelebihan dia dapurnya, ada toiletnya sendiri. Sama halnya dengan di Danantara hampir sama seperti PU, ada ranjangnya, ada kipasnya lebih dingin dan leih nyaman, tapi dapur dan kamar mandinya bersama-sama atau komunal,” papar Tito.
Kendati demikian perbedaan dalam fasilitas, pemerintah memastikan para pengungsi tetap memperoleh hunian yang layak dan nyaman. Ia menegaskan terus mempercepat proses pemindahan pengungsiyang masih ada di tenda pengungsian sementara maupun ke tempat tinggal lebih layak dengan skema dana tunggu hunian (DTH) sebelum lebaran Idul Fitri 1447 H.
Berdasarkan data yang diperolehnya, dari tiga provinsi yang terdampak bencana banjir sumatera, baru Provinsi Sumatera Barat yang jumlah pengungsi di tendanya mencapai nol.
“Nah ini target kami dengan BNPB kemarin semua akan di huntara dan untuk masalah makanannya nanti, 10 hari ke depan ditanggung oleh BNPB. Setelah itu akan menggunakan uang lauk pauk, Jadup istiahnya dari Kementerian Sosial,” pungkas Tito. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar