Israel Tepis Rumor Tewasya Netanyahu Bersaudara dalam Serangan Rudal Iran
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Beredar luas di media sosial tentang klaim yang menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan saudaranya, Iddo Netanyahu, menjadi korban serangan rudal Iran.
Spekulasi mengenai kondisi Netanyahu saat ini muncul dikarenakan beberapa hal yang dianggap tidak biasa oleh para pengamat dan media. Salah satunya adalah ketiadaan video terbaru Netanyahu selama empat hari belakangan ini.
Biasanya, Netanyahu sangat aktif membagikan rekaman video harian untuk berkomunikasi dengan warga dan pendukungnya.
Namun berbagai laporan menyatakan informasi tersebut tidak benar dan keduanya dilaporkan dalam kondisi aman.
Dilansir dari media Hindustan Times, rumor tersebut muncul di tengah meningkatnya konflik setelah serangan Amerika Serikat dan Israel di Iran pada Februari yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Sejak itu Iran meluncurkan sejumlah rudal dan drone ke wilayah Israel.
Hingga kini belum ada bukti foto maupun video terbaru yang mampu membuktikan bahwa kondisi sang pemimpin baik-baik saja.
Hal ini dianggap tidak biasa dan semakin menambah dugaan bahwa ada situasi darurat terkait keselamatan pemimpin Israel tersebut. Spekulasi juga semakin kuat setelah pembatalan kunjungan dua tokoh Amerika Serikat, yaitu Jared Kushner dan Steve Witkoff, yang sebelumnya dijadwalkan berkunjung ke Israel.
Sebagian pihak menduga pembatalan tersebut mungkin berkaitan dengan situasi yang sedang terjadi di sekitar Netanyahu.
Di sisi lain, pihak Elysee Palace juga sempat merilis laporan tentang percakapan telepon antara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Netanyahu, tetapi tidak menyebutkan secara jelas kapan percakapan tersebut berlangsung. Yang dirilis hanya teks percakapan yang disebut sebagai isi komunikasi tersebut.
Hal ini turut memicu berbagai dugaan di kalangan media dan publik terkait kondisi Netanyahu yang sebenarnya.
DiketahuiAdik Netanyahu, Iddo Netanyahu diketahui berprofesi sebagai dokter dan penulis. Ia menempuh pendidikan kedokteran di Hebrew University of Jerusalem dan pernah bekerja di Amerika Serikat sebagai dokter spesialis radiologi.
Selain berkarier di bidang medis, Iddo juga menulis sejumlah buku dan naskah drama. Ia tidak memiliki jabatan resmi dalam pemerintahan Israel.
Media Israel Tegaskan Kabar Miring Media Iran
Setelah spekulasi media Iran Tasnim News Agency tentang kondisi PM Israel Benjamin Netanyahu turut dikomentari oleh media Israel, The Jerusalem Post.
Menurut laporan media Israel, The Jerusalem Post pada 10 Maret 2026 menyebut media Iran tersebut hanya mengumpulkan beberapa hal yang dianggap mencurigakan dan tidak menyertakan bukti langsung bahwa Netanyahu terkena serangan atau mengalami cedera.
Selain itu, menurutnya, laporan Tasnim juga mengutip klaim tidak langsung dari mantan perwira intelijen AS Scott Ritter, yang disebarkan melalui media Rusia, yang mengatakan bahwa Iran telah mengebom tempat persembunyian Netanyahu dan menewaskan saudaranya.
Cara pemberitaan seperti ini dianggap sebagai bagian dari pola perang informasi, yaitu menggabungkan potongan-potongan fakta yang sebenarnya ada di publik lalu disusun menjadi narasi dramatis yang seolah-olah menunjukkan adanya peristiwa besar yang disembunyikan.
Media tersebut menuding Tasnim sendiri sering disebut memiliki kedekatan dengan Islamic Revolutionary Guard Corps, dan bahkan pemerintah AS memasukkan media tersebut sebagai organisasi yang memiliki hubungan dengan IRGC.
Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan bahwa Netanyahu masih menjalankan tugasnya dan mengeluarkan pernyataan resmi pada 7 Maret. Portal resmi pemerintah Israel juga mencatat bahwa ia mengunjungi lokasi serangan di Beersheba pada 6 Maret.
Selain itu, laporan media independen menyebut bahwa Netanyahu juga melakukan panggilan telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 5 Maret.
Rumor mengenai keberadaan atau kondisi Netanyahu sebenarnya bukan pertama kali muncul selama perang ini.
Sebelumnya, militer Iran juga pernah menyatakan bahwa nasib Netanyahu “tidak jelas” setelah dugaan serangan, namun pernyataan itu segera dibantah oleh kantornya sebagai berita palsu.***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar