Imbas Konflik Geopolitik Amerika Serikat-Iran, Pakistan Mulai Menjerit Krisis BBM
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Imbas konflik geopolitik yang terjadi antara Amerika Serikat dengan Iran menimbulkan kekhawatiran di sejumlah negara yang bergantung pada permintaan BBM dari negara Iran tersebut, mulai muncul akan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang parah di Pakistan. Ini setelah antrean panjang truk tanker terlihat mengular di berbagai depot pengisian.
Situasi ini terjadi di tengah upaya pemerintah yang terus berupaya meredam ketakutan publik terkait potensi lonjakan harga energi di dalam negeri. Perang di Timur Tengah telah mempengaruhi stok BBM negeri itu.
Puluhan truk tanker yang bertugas memasok BBM ke seluruh wilayah Pakistan terpantau parkir di pinggir jalan di depot-depot sekitarLahore.
Kota ini merupakan ibu kota Punjab, yang menyandang status sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terpadat di negara tersebut.
“Tidak ada bensin di depot selama empat hari terakhir,” kata salah satu pengemudi truk tanker, Abdul Shakoor dikutip dari AFP, Kamis (12/3).
Shakoor menambahkan bahwa terhentinya pasokan ini berkaitan erat dengan pengetatan wilayah yang dilakukan oleh negara tetangga mereka di tengah konflik yang memanas. Perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran telah mengganggu jalur pelayaran global dan merusak berbagai fasilitas minyak serta gas di Timur Tengah.
“Iran telah menutup perbatasan dari sisi mereka. Depot saat ini dalam keadaan kosong,” ujarnya.
Tergantung Sekali ke Timur Tengah
Pakistan diketahui sangat bergantung pada pasokan minyak dan gas dari kawasan Teluk untuk memenuhi kebutuhan energinya.
Guna memastikan kelancaran pasokan selama krisis Timur Tengah ini, kapal-kapal pengangkut bahan bakar bahkan harus mendapatkan pengawalan ketat dari angkatan laut sepanjang minggu ini.
Pekan lalu, pemerintah di Islamabad telah menaikkan harga BBM sekitar 20% yang seketika memicu antrean panjang dan aksi panic buying di berbagai SPBU.
Meski situasi tegang, Menteri Perminyakan Ali Pervaiz Malik menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir.
“Tidak akan ada perubahan signifikan dalam waktu dekat pada harga bahan bakar,” kata Malik dalam siaran tersebut.
Sebagai langkah darurat, Perdana Menteri (PM) Shehbaz Sharif telah mengumumkan rencana penghematan nasional yang dirancang khusus untuk menekan konsumsi BBM. Kebijakan ini mencakup pemangkasan hari kerja bagi pegawai pemerintah menjadi empat hari seminggu serta penutupan sekolah-sekolah.
Bahan Bakar Tidak Ada
Namun, di lapangan, para pekerja sektor logistik energi melaporkan kondisi yang jauh berbeda dari ketenangan yang dicitrakan oleh pemerintah.
Asisten pengemudi tanker, Mazhar Mahmood, mengungkapkan bahwa para pekerja masih pulang dengan tangan hampa saat mendatangi pusat distribusi.
“Para pengemudi pergi ke depot hari ini juga, tetapi staf depot mengatakan tidak ada bahan bakar yang tersedia,” ujar Mahmood.
Mahmood mengaku mendapatkan informasi bahwa pasokan kemungkinan baru akan tersedia dalam beberapa hari ke depan. namun ketidakpastian tetap menyelimuti para pekerja dan masyarakat luas.
“Situasi di negara ini sedang tidak baik-baik saja. Tidak ada bensin di negara ini, itulah sebabnya kendaraan-kendaraan diparkir di sini,” tutupnya di akhir pembicaraan. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar