Gugurnya Ali Khamenei, Iran Kecam Serangan AS-Israel
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Senin, 2 Mar 2026
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Bulan suci ramadhan 2026 menjadi tahun berduka bagi masyarakat Teheran, Iran, tepat pada Sabtu, 28 Februari 2026 pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan gugur dalam serangan Amerika Serikat dan Israel dalam konflik kawasan yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Ribuan warga mengenakan pakaian serba hitam memadati jalan-jalan kota, terutama mereka yang ada di Enghelab Square.
Sepanjang jalan mereka terlihat tidak mampu menyembunyikan isak tangisnya, mereka bersama-sama melepas, mendoakan dan memberikan penghormatan terakhir pada figur yang memimpin Iran selama 36 tahun.
Dalam kerumunan tersebut tampak membawa bendera Iran dan foto Khamenei, tidak sedikit dari mereka yang meluapkan rasa sedih dan amarah mereka pada Amerika Serikat dan Israel atas meninggalnya pemimpin mereka tersebut.
“Mati lah Amerika, mati lah Israel,” demikian teriak warga Iran yang dikutip dari Middle East Eye.
Aksi solidaritas itu juga terjadi di kota-kota lain seperti Lorestan, Isfahan, Zahedan, Busher, hingga Rahst.
Dalam video yang diunggah media semi pemerintah Iran, Mehr News, warga Iran meneriakkan balasan setimpal atas serangan AS-Israel.
“Tak ada kompromi, tak ada menyerah, lawan Amerika,”kata mereka dalam unggahan Mehr News di X.
Duka warga Iran itu berlangsung saat media pemerintah mengumumkan Khamenei tewas dalam serangan Israel dan AS pada Sabtu.
Serangan bersama AS-Israel juga menyebabkan anak perempuan, cucu, hingga menantu Khamenei tewas.
Selain itu, mereka yang dilaporkan tewas bersama Khamenei adalah Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami dan Komandan Angkatan Bersenjata Korps Iran (IRGC) Mohammed Pakpour.
Serangan tersebut juga menyebabkan 201 orang tewas dan 747 lainnya mengalami luka-luka.
Di hari pertama serangan kedua negara itu, Iran langsung meluncurkan serangan balasan.
Lalu pada hari ini, setelah kematian Khamenei, pasukan Iran meluncurkan kembali gelombang serangan ke aset dan pangkalan AS di Timur Tengah.
Salah satu serangan mereka mengenai Markas Besar Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di Tel Aviv.
Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari, dengan mengibarkan bendera setengah tiang di seluruh penjuru negeri. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar