Optimalkan Narasi Digital, Istana Libatkan Jejaring Media Sosial untuk Program Strategis Pemerintah
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari, merekrut homeless media untuk ikut menyebarkan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, homeless itu tergabung dalam New Media Forum.
Bagi masyarakat yang belum tahu apa itu homeless media,Dilansir dari Jurnal Universitas Tarumanegara Jakarta, ‘Homeless Media’ atau ‘media tanpa rumah’ adalah sebuah media yang menggunakan media sosial sebagai platform untuk menyampaikan informasi.
Alasan disebut sebagai ‘media tanpa rumah’ adalah karena media-media tersebut hanya mengandalkan media sosial sebagai platformnya.
Jika platform tersebut tutup, maka media tersebut akan tutup juga. Sedangkan media daring menggunakan website dan server sendiri tanpa perlu bergantung pada platform lain.
“Kami juga menyambut hangat kehadiran teman-teman dari New Media Forum, mitra baru dari Badan Komunikasi Pemerintah dalam ekosistem media digital di Indonesia. Mas Ipul, New Media Forum ini sebuah kolaborasi dari beberapa pelaku new media. Jadi dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media,” ujar Qodari di kantor Bakom Pemerintah, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
“Di antaranya saya bacakan, ada Folkactive, Indozone, Dagelan, Indomusicgram, Infipop, Narasi, Muslimvlog, USS Feed, Bapak-Bapak ID, ini cocok buat kita ini Bapak-Bapak ID, Menjadi Manusia, GNFI, Creativox, Kok Bisa?, Taubaters, Pandemic Talks, TaubaTers ini kayaknya cocok untuk Pak Budi ini kayaknya, Kawan Hawa, Folix, Ngomongin Uang, Big Alpha, Good States, Hai Dulu, Proud Project, Vebis, Unframe, Kumpul Leaders, CXO Media, Volix Media, How To Do Nothing, Everless Media, Geometry Media, Folks Diary, Dream, Melodi Alam, NKTSHI, Modestalk, Lead Media, Nalar TV, Mahasiswa dan Jakarta, North West, dan mature Indonesia,” sambungnya.
Qodari mengatakan, Bakom ingin menyebarkan semua informasi program pemerintah seluas-luasnya. Sebaran informasi itu, kata Qodari, perlu disampaikan melalui berbagai media.
Dalam kesempatan itu, Qodari menyebut, homeless media harus dirangkul untuk menyebarkan beberapa isu. Dia mengatakan, media massa yang terverifikasi Dewan Pers dan homeless media jangan saling dibenturkan.
“Satu catatan bahwa kami mengakui masih ada beberapa isu-isu yang harus disektor oleh new media, ya ini catatan juga nih buat teman-teman new media, baik dengan rekan-rekan di media konvensional maupun dengan lembaga seperti Dewan Pers,” kata dia.
Qodari mengaku, sudah berkomunikasi dengan homeless media agar bisa menampilkan konten yang berimbang dan tidak memihak.Ia pun mengatakan, homeless media juga saat ini bisa menarik banyak audiens, sehingga bisa dengan mudah menyebarkan program pemerintah.
“Jadi dengan kondisi tersebut, dengan realitas bahwa new media sudah punya followers yang cukup besar, mungkin bisa sampai 100 juta dengan views yang bisa mencapai angka miliaran, 4 sampai 5 miliar satu bulan, hemat kami yang terbaik adalah kita bisa engage agar membuat kualitas new media memang semakin meningkat,” pungkasnya. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar