Kontroversi VAR Gagalkan Voucher Penalti Arsenal, The Gunners Gagal Jinakkan Ketangguhan Los Rojiblancos
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Pertandingan Atletico Madrid vs Arsenal ini berlangsung dengan alot. Kedua tim sama-sama melakukan pressing yang intens hingga ke lini depan. Pertandingan tersebut sempat diwarnai kontreversi VAR sebabnya Penalti kedua Arsenal dianulir.
Duel antara Atletico Madrid vs Arsenal di leg pertama semifinal Liga Champions 2025/2026 di Riyadh Air Metropolitano, Kamis (30/04/2026) dini hari WIB berakhir seri dengan skor 1-1.
Meski demikian beberapa peluang sempat tercipta dari laga ini. Namun hanya dua gol yang tercipta yakni dari sepakan Viktor Gyokeres dan Julian Alvarez.
Hasil seri ini tentu membuat Atletico Madrid tak puas. Di sisi lain Arsenal bisa merasa cukup senang dan punya kans meraih hasil positif ketika laga leg kedua dimainkan di London.
Babak pertama laga antara Atletico Madrid dan Arsenal dimulai dengan tempo tinggi dari kedua tim. Arsenal langsung mengancam pada menit keenam lewat aksi Noni Madueke, namun peluang tersebut belum membuahkan hasil.
Tim tamu kemudian mulai mendominasi penguasaan bola dan memaksa Atletico bertahan cukup dalam. Situasi ini sempat memicu reaksi negatif dari suporter tuan rumah yang tidak puas dengan permainan timnya.
Atletico mencoba keluar dari tekanan dan hampir mencetak gol lewat aksi Julian Alvarez pada menit ke-14. Namun, sepakan melengkungnya masih mampu ditepis dengan baik oleh David Raya.
Arsenal membalas melalui serangan balik cepat yang dipimpin Viktor Gyokeres. Ia memberikan umpan kepada Martin Odegaard, tetapi sang kapten gagal memaksimalkan peluang karena terlalu lama mengontrol bola.
Menjelang turun minum, Arsenal akhirnya memecah kebuntuan setelah mendapatkan penalti usai Viktor Gyokeres dijatuhkan Hancko di kotak terlarang. Gyokeres yang menjadi eksekutor sukses mencetak gol dan membawa Arsenal unggul 1-0 hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Atletico langsung tampil menekan sejak awal pertandingan dilanjutkan. Mereka hampir menyamakan kedudukan lewat situasi bola mati, tetapi bola masih melenceng tipis dari gawang.
Tekanan beruntun Atletico akhirnya berbuah penalti setelah intervensi VAR, menyusul adanya handball yang dilakukan Ben White saat mencoba mengadang tembakan voli Llorente. Alvarez yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna dan mengubah skor menjadi 1-1.
Setelah gol penyeimbang tersebut, Atletico semakin percaya diri dalam membangun serangan. Peluang demi peluang diciptakan, termasuk dari Antoine Griezmann dan Ademola Lookman, namun belum ada gol tambahan.
Arsenal sempat mendapatkan peluang emas untuk kembali unggul melalui penalti kedua usai Hancko tampak menjegal Eberechi Eze. Namun, keputusan tersebut dianulir setelah wasit melihat tayangan ulang dan menilai tidak ada pelanggaran yang cukup jelas.
Di sisa waktu pertandingan, kedua tim saling jual beli serangan untuk mencari gol kemenangan. Namun hingga peluit akhir dibunyikan, skor 1-1 tetap bertahan dan membuat laga leg kedua masih terbuka lebar.
Hadiah penalti kedua Arsenal saat menghadapi Atletico Madrid dianulir wasit dan VAR. Mikel Arteta amat kecewa dengan keputusan tersebut.
Tidak ada pemenang dalam leg pertama semifinal Liga Champions antara Atletico vs Arsenal. Pertandingan yang digelar di Stadion Metropolitano pada Kamis (30/4/2026) dini hari WIB ini berakhir imbang 1-1.
Arsenal unggul lebih dulu lewat gol penalti Viktor Gyokeres. Atletico Madrid membalas melalui gol tendangan 12 pas Julian Alvarez.
Manajer Arsenal Mikel Arteta melontarkan kritik tajam terhadap keputusan wasit yang membatalkan penalti kedua timnya saat menghadapi Atletico Madrid pada Kamis (30/4/2026) dini hari WIB.
Pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions di Stadion Metropolitano tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1.
Arsenal sempat memimpin lebih dulu melalui eksekusi penalti Viktor Gyokeres sebelum dibalas oleh gol penalti Julian Alvarez bagi tuan rumah. Drama terjadi pada menit ke-78 ketika Eberechi Eze dijatuhkan oleh David Hancko di kotak terlarang.
Meski awalnya menunjuk titik putih, wasit menganulir keputusan tersebut setelah melakukan peninjauan melalui layar monitor VAR di pinggir lapangan. Keputusan ini memicu protes keras dari pihak tim tamu yang merasa dirugikan dalam momen krusial pertandingan.
Mikel Arteta memberikan penegasan mengenai rasa tidak puasnya setelah berbicara dengan anak asuhnya terkait insiden yang melibatkan winger Arsenal tersebut di area pertahanan Atletico Madrid.
“Setelah berbicara dengan para pemain dan memahami insiden penalti untuk gol kedua yang dibatalkan. Itu melanggar aturan dan saya tidak mengerti,” kata Arteta
Pelatih asal Spanyol itu menilai bahwa kontak fisik yang terjadi sudah sangat jelas sehingga keputusan awal seharusnya tidak perlu diubah kembali. Rekaman video menunjukkan Diego Simeone sempat meninggalkan area teknis untuk berteriak ke arah wasit saat proses pengecekan monitor
berlangsung.
“Saya sangat kecewa. Ada kontak yang jelas; dia membuat keputusan dan Anda tidak bisa membatalkannya setelah menontonnya 13 kali,” dia menambahkan.
Arteta juga mempertanyakan apakah tekanan dari pihak lawan memberikan pengaruh terhadap perubahan keputusan wasit di lapangan hijau. Hal tersebut dianggapnya sebagai faktor yang merugikan hasil akhir bagi The Gunners.
“Saya tidak tahu (apakah wasit dipengaruhi?). Itu pertanyaan untuknya. Itu keputusan yang salah dan mengubah jalannya pertandingan,” ujarnya.
Hasil ini membuat kedua tim masih memiliki peluang untuk memperebutkan tiket ke babak final pada pertemuan berikutnya. Pertandingan leg kedua antara Arsenal dan Atletico Madrid dijadwalkan berlangsung di Emirates Stadium pada Rabu (6/5) dini hari WIB.***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar