Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sport » Kontroversi VAR Gagalkan Voucher Penalti Arsenal, The Gunners Gagal Jinakkan Ketangguhan Los Rojiblancos

Kontroversi VAR Gagalkan Voucher Penalti Arsenal, The Gunners Gagal Jinakkan Ketangguhan Los Rojiblancos

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 44
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Pertandingan Atletico Madrid vs Arsenal ini berlangsung dengan alot. Kedua tim sama-sama melakukan pressing yang intens hingga ke lini depan. Pertandingan tersebut sempat diwarnai kontreversi VAR sebabnya Penalti kedua Arsenal dianulir.

Duel antara Atletico Madrid vs Arsenal di leg pertama semifinal Liga Champions 2025/2026 di Riyadh Air Metropolitano, Kamis (30/04/2026) dini hari WIB berakhir seri dengan skor 1-1.

Meski demikian beberapa peluang sempat tercipta dari laga ini. Namun hanya dua gol yang tercipta yakni dari sepakan Viktor Gyokeres dan Julian Alvarez.

Hasil seri ini tentu membuat Atletico Madrid tak puas. Di sisi lain Arsenal bisa merasa cukup senang dan punya kans meraih hasil positif ketika laga leg kedua dimainkan di London.

Babak pertama laga antara Atletico Madrid dan Arsenal dimulai dengan tempo tinggi dari kedua tim. Arsenal langsung mengancam pada menit keenam lewat aksi Noni Madueke, namun peluang tersebut belum membuahkan hasil.

Tim tamu kemudian mulai mendominasi penguasaan bola dan memaksa Atletico bertahan cukup dalam. Situasi ini sempat memicu reaksi negatif dari suporter tuan rumah yang tidak puas dengan permainan timnya.

Atletico mencoba keluar dari tekanan dan hampir mencetak gol lewat aksi Julian Alvarez pada menit ke-14. Namun, sepakan melengkungnya masih mampu ditepis dengan baik oleh David Raya.

Arsenal membalas melalui serangan balik cepat yang dipimpin Viktor Gyokeres. Ia memberikan umpan kepada Martin Odegaard, tetapi sang kapten gagal memaksimalkan peluang karena terlalu lama mengontrol bola.

Menjelang turun minum, Arsenal akhirnya memecah kebuntuan setelah mendapatkan penalti usai Viktor Gyokeres dijatuhkan Hancko di kotak terlarang. Gyokeres yang menjadi eksekutor sukses mencetak gol dan membawa Arsenal unggul 1-0 hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Atletico langsung tampil menekan sejak awal pertandingan dilanjutkan. Mereka hampir menyamakan kedudukan lewat situasi bola mati, tetapi bola masih melenceng tipis dari gawang.

Tekanan beruntun Atletico akhirnya berbuah penalti setelah intervensi VAR, menyusul adanya handball yang dilakukan Ben White saat mencoba mengadang tembakan voli Llorente. Alvarez yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna dan mengubah skor menjadi 1-1.

Setelah gol penyeimbang tersebut, Atletico semakin percaya diri dalam membangun serangan. Peluang demi peluang diciptakan, termasuk dari Antoine Griezmann dan Ademola Lookman, namun belum ada gol tambahan.

Arsenal sempat mendapatkan peluang emas untuk kembali unggul melalui penalti kedua usai Hancko tampak menjegal Eberechi Eze. Namun, keputusan tersebut dianulir setelah wasit melihat tayangan ulang dan menilai tidak ada pelanggaran yang cukup jelas.

Di sisa waktu pertandingan, kedua tim saling jual beli serangan untuk mencari gol kemenangan. Namun hingga peluit akhir dibunyikan, skor 1-1 tetap bertahan dan membuat laga leg kedua masih terbuka lebar.

Hadiah penalti kedua Arsenal saat menghadapi Atletico Madrid dianulir wasit dan VAR. Mikel Arteta amat kecewa dengan keputusan tersebut.

Tidak ada pemenang dalam leg pertama semifinal Liga Champions antara Atletico vs Arsenal. Pertandingan yang digelar di Stadion Metropolitano pada Kamis (30/4/2026) dini hari WIB ini berakhir imbang 1-1.

Arsenal unggul lebih dulu lewat gol penalti Viktor Gyokeres. Atletico Madrid membalas melalui gol tendangan 12 pas Julian Alvarez.

Manajer Arsenal Mikel Arteta melontarkan kritik tajam terhadap keputusan wasit yang membatalkan penalti kedua timnya saat menghadapi Atletico Madrid pada Kamis (30/4/2026) dini hari WIB.

Pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions di Stadion Metropolitano tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1.

Arsenal sempat memimpin lebih dulu melalui eksekusi penalti Viktor Gyokeres sebelum dibalas oleh gol penalti Julian Alvarez bagi tuan rumah. Drama terjadi pada menit ke-78 ketika Eberechi Eze dijatuhkan oleh David Hancko di kotak terlarang.

Meski awalnya menunjuk titik putih, wasit menganulir keputusan tersebut setelah melakukan peninjauan melalui layar monitor VAR di pinggir lapangan. Keputusan ini memicu protes keras dari pihak tim tamu yang merasa dirugikan dalam momen krusial pertandingan.

Mikel Arteta memberikan penegasan mengenai rasa tidak puasnya setelah berbicara dengan anak asuhnya terkait insiden yang melibatkan winger Arsenal tersebut di area pertahanan Atletico Madrid.

“Setelah berbicara dengan para pemain dan memahami insiden penalti untuk gol kedua yang dibatalkan. Itu melanggar aturan dan saya tidak mengerti,” kata Arteta

Pelatih asal Spanyol itu menilai bahwa kontak fisik yang terjadi sudah sangat jelas sehingga keputusan awal seharusnya tidak perlu diubah kembali. Rekaman video menunjukkan Diego Simeone sempat meninggalkan area teknis untuk berteriak ke arah wasit saat proses pengecekan monitor
berlangsung.

“Saya sangat kecewa. Ada kontak yang jelas; dia membuat keputusan dan Anda tidak bisa membatalkannya setelah menontonnya 13 kali,” dia menambahkan.

Arteta juga mempertanyakan apakah tekanan dari pihak lawan memberikan pengaruh terhadap perubahan keputusan wasit di lapangan hijau. Hal tersebut dianggapnya sebagai faktor yang merugikan hasil akhir bagi The Gunners.

“Saya tidak tahu (apakah wasit dipengaruhi?). Itu pertanyaan untuknya. Itu keputusan yang salah dan mengubah jalannya pertandingan,” ujarnya.

Hasil ini membuat kedua tim masih memiliki peluang untuk memperebutkan tiket ke babak final pada pertemuan berikutnya. Pertandingan leg kedua antara Arsenal dan Atletico Madrid dijadwalkan berlangsung di Emirates Stadium pada Rabu (6/5) dini hari WIB.***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TRAGEDI Cinta, Pembacokan Mahasiswi Saat Hendak Sidang

    TRAGEDI Cinta, Pembacokan Mahasiswi Saat Hendak Sidang

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 63
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Diduga terlibat konflik asmara seorang Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau nyaris meregang nyawa, diketahui korban bernama Farradhila Ayu Pramesti (23), kini menderita luka serius akibat dibacok Rehan Mujafar (21), temannya sesama Mahasiswa menjelang seminar proposal. Penganiayaan terhadap Farradhila terjadi di salah satu ruangan lantai II Fakultas Syariah dan […]

  • Alberto Rodriguez Pulang ke Persib Gantikan Federico Barba?

    Alberto Rodriguez Pulang ke Persib Gantikan Federico Barba?

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Asmuh
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Alberto Rodriguez dirumorkan akan kembali ke Persib Bandung. Nama pemain tersebut muncul setelah Federico Barba diisukan bakal hengkang dari Gelora Bandung Lautan Api. Kabar tersebut muncul dari akun Instagram @transfermarkt.co.id. Alberto Rodriguez telah masuk radar Persib Bandung yang sedang mengantisipasi kepergian Federico Barba. Persib Bandung bisa saja mendapatkan Alberto Rodriguez karena situasi Liga India yang […]

  • Miris! Anak Kandung Hamil 14 Minggu Akibat Ulah Ayahnya Sendiri

    Miris! Anak Kandung Hamil 14 Minggu Akibat Ulah Ayahnya Sendiri

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 33
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kepolisian Sektor (Polsek) Padang Ratu, Polres Lampung Tengah, mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual dalam lingkup keluarga yang menggemparkan. Seorang pria berinisial YS ditangkap setelah diduga berulang kali memperkosa anak kandungnya hingga korban hamil 14 minggu. Penangkapan dilakukan di Kampung Purwoasri, Kecamatan Padang Ratu. Saat diamankan petugas, tersangka terlihat bersikap santai bahkan beberapa kali […]

  • Gempa 5,4 Sr Guncang Sukabumi dan Cianjur, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

    Gempa 5,4 Sr Guncang Sukabumi dan Cianjur, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 84
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Gempa berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang Sukabumi dan sekitarnya pada Jumat, (13/3) Dini hari WIB. Gempa berada pada kedalaman 43 Kilometer dan tidak berpotensi Tsunami. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 02.18 WIB, berada pada titik koordinat 7.96 Lintang Selatan dan 106.92 Bujur Timur. “Lokasi gempa 115 kilometer Barat […]

  • Keadaan Terbaru Andrie Yunus Usai Teror Air Keras: Dinding Bola Mata Bocor, Cangkok Kulit

    Keadaan Terbaru Andrie Yunus Usai Teror Air Keras: Dinding Bola Mata Bocor, Cangkok Kulit

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 45
    • 0Komentar

    INFOKITA,NEWS – Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus (27), yang menjadi korban penyiraman air keras hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSCM dengan luka berat di wajah dan mata. Tim dokter menemukan adanya kebocoran pada bola mata kanan yang memerlukan penanganan lanjutan. Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, menjelaskan bahwa kondisi pasien terus dipantau oleh tim […]

  • Dokter Gunawan Kritisi Pelayanan BPJS Kesehatan Sebut Belum Dapat Dikatakan Layak

    Dokter Gunawan Kritisi Pelayanan BPJS Kesehatan Sebut Belum Dapat Dikatakan Layak

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 37
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pernyataan Dokter sekaligus praktisi hukum, Dr. dr. Mhd Indra Gunawan Lubis, yang dikenal melalui akun Facebook pribadinya “Dokter Lawyer”, kini mendapat perhatian publik setelah mengkritik pelayanan BPJS Kesehatan. Dalam video yang diunggahnya, Dokter Gunawan menilai kualitas layanan BPJS Kesehatan masih belum memenuhi harapan masyarakat. Ia mengkritisi juga menyoroti dugaan bahwa para karyawan BPJS […]

expand_less