Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Miris! Inilah Cerita Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Jogja dan Catatan KPAI: Fenomena Daycare Ilegal Merupakan Masalah Klasik yang Terus Berulang Di Berbagai Kota Besar.

Miris! Inilah Cerita Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Jogja dan Catatan KPAI: Fenomena Daycare Ilegal Merupakan Masalah Klasik yang Terus Berulang Di Berbagai Kota Besar.

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
  • visibility 46
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Sudah sedari dulu sejarah mencatat bahwa kota Yogyakarta sebagai kota pelajar di Indonesia, sepanjang sejarahnya banyak tokoh besar lahir dan menempuh pendidikannya di Yogyakarta, namun statusnya sebagai kota pelajar ini sedikit tergores luka akibat adanya kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha.

Noorman, salah satu orang tua korban, mengaku sangat terpukul setelah melihat dokumentasi penggerebekan yang memperlihatkan kondisi anaknya.

“Kami kemudian diperlihatkan video penggerebekan yang memperlihatkan anak-anak dengan tangan dan kaki terikat, tanpa pakaian dan hanya mengenakan popok,” ujar Noorman kepada media asing tersebut.

Awalnya ia tergiur dengan fasilitas pendingin udara dan program bermain yang dijanjikan oleh manajemen yayasan yang terlihat sangat komunikatif.

Namun kenyataan pahit muncul ketika ia menyadari adanya luka-luka fisik yang selama ini ditutupi dengan alasan kecelakaan saat bermain.

“Di balik semua ini, kami tidak menyangka bahwa anak-anak di tempat penitipan anak akan diperlakukan seburuk itu,” tutur Noorman dengan penuh penyesalan.

Kecurigaan sebenarnya sempat muncul saat Noorman menemukan memar di tangan dan luka di dagu anak perempuannya beberapa waktu lalu.

Orang tua lain, Budiyanto, juga mengalami hal serupa saat melihat benjolan di dahi anaknya namun percaya pada dalih pengasuh.

Anak-anak korban juga menunjukkan tanda-tanda kelaparan ekstrem meski orang tua telah membekali mereka dengan makanan bergizi setiap hari.

Anak laki-laki Noorman bahkan didiagnosis menderita pneumonia dan mengalami kesulitan kenaikan berat badan selama berada di daycare tersebut.

“Mengapa setiap hari saat pulang ke rumah, ia selalu mengeluh masih lapar, minta makan, minum, susu,” ungkap Noorman saat menyadari sinyal bahaya tersebut.

Kekejaman ini tidak hanya meninggalkan bekas luka fisik, tetapi juga trauma psikologis yang mendalam bagi para korban kecil tersebut.

Sebuah video viral menunjukkan seorang anak yang bercerita bahwa mulutnya disumpal agar tangisannya tidak terdengar oleh sang ibu.

Erika Rismay, ibu dari anak tersebut, hanya bisa memohon maaf melalui unggahan media sosialnya atas apa yang menimpa buah hatinya.

“Oh Allah, anakku, maafkan aku,” tulis Erika dalam takarir video yang menyentuh hati ratusan ribu netizen tersebut.

Ia baru menyadari mengapa anaknya selalu menangis histeris setiap kali akan diantar ke tempat penitipan anak yang tidak berizin itu.

Noorman dan orang tua lainnya mendesak agar proses hukum berjalan transparan dan para pelaku diberikan hukuman seberat-beratnya.

“Ini tidak manusiawi. Kami telah mempercayakannya kepada pusat tersebut,” tegas Noorman merujuk pada pengkhianatan kepercayaan yang mereka alami.

Ia menekankan bahwa korban bukan hanya anaknya, melainkan puluhan balita lain yang mendapatkan perlakuan serupa.

“Bukan hanya anak saya sendiri, tapi ada puluhan balita yang diperlakukan dengan cara yang tidak manusiawi,” tambahnya lagi dengan nada geram.

Pemerintah Kota Yogyakarta kini menjanjikan layanan pemulihan trauma bagi para korban dan orang tua yang terdampak kasus ini.

Kasus Little Aresha mengungkap fakta mengejutkan bahwa lembaga ini beroperasi bertahun-tahun tanpa mengantongi izin resmi dari pemerintah daerah.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat bahwa fenomena daycare ilegal merupakan masalah klasik yang terus berulang di berbagai kota besar.

Data KPAI menunjukkan kurang dari 20 persen tempat penitipan anak di wilayah penyangga Jakarta yang memiliki legalitas lengkap.

Kurangnya pengawasan rutin dari dinas terkait membuat pengusaha nakal bebas membuka jasa penitipan tanpa standar keamanan dan kesejahteraan anak.

Kasus serupa di Depok pada 2024 seharusnya menjadi pelajaran, namun kejadian di Yogyakarta membuktikan pengawasan masih sangat lemah.

Masyarakat kini menuntut adanya kewajiban pemasangan kamera pengawas (CCTV) yang bisa dipantau secara langsung oleh orang tua melalui ponsel.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, berkomitmen untuk melakukan inspeksi mendadak ke seluruh fasilitas penitipan anak di wilayahnya.

Transparansi operasional dianggap sebagai kunci utama untuk mencegah terjadinya kekerasan tersembunyi di dalam lembaga pendidikan anak usia dini.

Pemerintah juga dihimbau untuk mempermudah akses bagi publik dalam mengecek status perizinan suatu daycare melalui platform digital.

Kegagalan negara dalam mengawasi lembaga-lembaga ini dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap hak-hak dasar anak untuk mendapatkan perlindungan.

Little Aresha merupakan daycare populer di Yogyakarta yang baru saja digerebek polisi karena dugaan penganiayaan massal terhadap balita. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sikap Tegas Kemendikdasmen Soal Kekerasan Daycare Jogja: Usut Tuntas dan Jamin Keamanan Anak!

    Sikap Tegas Kemendikdasmen Soal Kekerasan Daycare Jogja: Usut Tuntas dan Jamin Keamanan Anak!

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 36
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan respons tegas terkait mencuatnya kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak di sebuah fasilitas penitipan anak (Daycare) di Kota Yogyakarta. Kementerian tersebut telah memastikan akan mengambil langkah koordinatif untuk mengusut tuntas pelanggaran standar pendidikan dan perlindungan anak. Berdasarkan hasil penelusuran bersama tim Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) […]

  • Sempat Macet, 2 Kereta INKA Alami Gangguan Sebanyak 5 Perjalanan KRL Bogor dan Cikarang Dibatalkan

    Sempat Macet, 2 Kereta INKA Alami Gangguan Sebanyak 5 Perjalanan KRL Bogor dan Cikarang Dibatalkan

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 22
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Sebanyak dua rangkaian KRL INKA mengalami gangguan teknis pagi ini. Imbasnya, lima jadwal perjalanan KRL Bogor dan Cikarang dibatalkan. Hal ini dikonfirmasi oleh VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda. Ia mengatakan saat ini penyebab gangguan tersebut masih didalami tim terkait. “Saat ini dua rangkaian CLI-225 yang mengalami kendala masih dalam investigasi teknis […]

  • Tanggapan Gerindra Jatim Soal Kabar Penangkapan Tiga Kader Anggota DPRD

    Tanggapan Gerindra Jatim Soal Kabar Penangkapan Tiga Kader Anggota DPRD

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 30
    • 0Komentar

    INFOKITA,NEWS – Usai tertangkapnya Tiga anggota DPRD tersebut yang diketahui merupakan kader Gerindra. Nama Asrila Diska Rimunda, Afif Reza Rimunda, dan Muhammad Ukasyah Ali Murtadho juga tercantum dalam daftar anggota DPRD kabupaten/kota Jawa Timur dari Gerindra. Sekretaris DPD Gerindra Jatim Kharisma Febriansyah mengatakan partai masih menunggu informasi resmi dari kepolisian. Gerindra menyatakan menghormati proses hukum […]

  • Dinilai Kebal Hukum Program MBG Kembali Meresahkan Warga Cianjur

    Dinilai Kebal Hukum Program MBG Kembali Meresahkan Warga Cianjur

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 68
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Program makan bergizi gratis (MBG) kembali menjadi topik hangat di kalangan masyarakat Indonesia, penyediaan makanan dan kualitas serta anggaran yang dinilai di luar akal sehat membuat program ini semakin diragukan untuk terus dijalankan. Warga Desa Babakan Karet, Kecamatan Cianjur mengeluhkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) buah semangka yang dibagikan terindikasi belum matang. Namun, […]

  • Oknum Guru PPPK di Sukanagara Cianjur Rampok Nenek Gegara Terjerat Judi Online

    Oknum Guru PPPK di Sukanagara Cianjur Rampok Nenek Gegara Terjerat Judi Online

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Deva Sakti
    • visibility 75
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS- Seorang nenek berinisial TS (69), warga Kampung Tengah, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, menjadi korban pencurian dengan kekerasan (Curas) yang dilakukan oleh tetangga sekaligus kerabatnya sendiri. Peristiwa tersebut terjadi di rumah korban pada Sabtu (11/1) sekitar pukul 02.30 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui tinggal seorang diri di rumahnya karena anaknya sudah […]

  • 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

    5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 33
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,36% ke level 6.118,86 pada perdagangan Senin (5/10). Penguatan indeks ditopang sejumlah saham seperti BYAN yang naik 4,26%, BBCA 1,23%, dan BBRI 1,30%. Di sisi lain, DCII turun 3,14%, CASA melemah 3,49%, dan GOTO terkoreksi 3,33%. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp123,10 miliar di pasar […]

expand_less