Ekspor Ikan Jebol Hingga Rp100 Triliun, Kepiting dan Udang Jadi Primadona Kekayaan Maritim Indonesia
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Sektor kelautan dan perikanan Indonesia menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat peningkatan nilai ekspor yang signifikan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
Kementerian Kelautan sekaligus Perikanan (KKP) mencatat peningkatan nilai ekspor yang signifikan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
Sektor kelautan. Selain itu, perikanan Indonesia menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
Perkembangan terkait Ekspor Ikan RI Tembus Rp100 Triliun, Udang-Kepiting Jadi Buruan Dunia akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Pencapaian ini didorong oleh permintaan tinggi dari negara-negara dengan daya beli besar seperti Amerika Serikat, China, dan kawasan ASEAN.
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Andy Artha Donny Oktopura, mengatakan bahwa pertumbuhan ekspor ini mencapai 5,2% secara tahunan, sekaligus menunjukkan neraca perdagangan yang surplus.
“Kita menunjukkan neraca perdagangan yang surplus, artinya produk kita mampu bersaing di pasar global,” katanya saat acara Food Summit 2026, Senin (27/4/2026).
Selain itu, tuna dan cakalang juga mencatat nilai ekspor signifikan sebesar US$1,04 miliar, didorong oleh permintaan global akan produk protein laut berkualitas tinggi.
Kelompok cumi, gurita, dan sotong menyumbang sekitar US$0,89 miliar, sementara rajungan dan kepiting mencapai US$0,51 miliar.
Rumput laut juga turut berkontribusi dengan nilai ekspor sekitar US$0,32 miliar. Andy menegaskan bahwa ekspor Indonesia tidak hanya mengandalkan perikanan tangkap, tetapi mulai bergeser ke komoditas budidaya dan bahan baku industri.
Amerika Serikat menjadi tujuan utama ekspor dengan nilai mencapai US$1,99 miliar, diikuti China sebesar US$1,22 miliar dan kawasan ASEAN sekitar US$1,00 miliar.
Komposisi pasar ini menunjukkan fokus Indonesia pada pasar besar global yang memiliki permintaan kuat terhadap produk seafood bernilai tinggi.
Meski demikian, KKP masih menghadapi tantangan dalam hal hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk agar ekspor perikanan Indonesia dapat semakin berkualitas dan berdaya saing tinggi di masa depan.
Andy menegaskan bahwa peningkatan kualitas produk dan pengembangan industri hilir menjadi pekerjaan rumah penting untuk mendukung pertumbuhan ekspor yang berkelanjutan.***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar