Jawaban Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi Atas Spanduk Shut Up KDM dalam Laga Persib Kontra Arema
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Senin, 27 Apr 2026
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Laga Persib Bandung kontra Arema FC Jumat (24/4/2026) berakhir dengan kedudukan skor sama kuat 0-0, selain duel sengit dalam memperebutkan tiga poin penting, terdapat momen penting selama jalannya pertandingan tersebut.
Munculnya spanduk besar yang terbentang di sudut Utara tribun Stadion Gelora Bandung Lautan Api bertuliskan SHUT UP KDM sebagai bentuk protes bobotoh kepada Gubernur Jawa Barat tersebut.
Dedi Mulyadi kemudian memberikan tanggapan atas kemunculan spanduk tersebut.
Spanduk tersebut muncul di tengah polemik terkait bonus untuk Persib yang sebelumnya ia ungkap ke publik. Dedi menyatakan menghargai kritik dari suporter dan menilai hal itu sebagai bentuk pengingat agar profesionalisme sepak bola tetap terjaga.
Dalam pernyataannya, Dedi menyampaikan terima kasih kepada Bobotoh yang membentangkan spanduk tersebut. Ia menilai pesan dalam spanduk itu sebagai bentuk masukan agar dirinya tidak terlalu banyak berbicara mengenai isu yang berpotensi mengganggu fokus tim.
“Saya mengucapkan terima kasih atas spanduk yang dibentangkan, yang intinya melarang saya untuk tidak bicara mengenai bonus. Saya yakin itu didasarkan pada keinginan agar profesionalisme sepak bola tetap terjaga,” ujar Dedi melalui Instagram pribadinya.
Ia kemudian menjelaskan bahwa polemik bermula dari unggahannya terkait bonus untuk pemain Persib yang berasal dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait.
Menurut Dedi, bonus tersebut disepakati dalam pertemuan bersama manajemen Persib sebagai bentuk dukungan untuk target juara.
Dedi mengungkapkan bahwa bonus diberikan untuk laga tandang tersisa, dengan nilai Rp1 miliar per pertandingan. Total dana yang disiapkan mencapai Rp5 miliar untuk lima pertandingan.
“Bonus tersebut berawal dari pertemuan kami dengan manajemen Persib. Saat itu disampaikan tantangannya berat, sehingga diperlukan dukungan tinggi. Lalu secara spontan disampaikan akan ada bonus Rp1 miliar per pertandingan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa sebelum informasi tersebut dipublikasikan, dirinya telah menanyakan kepada pihak manajemen terkait aturan yang berlaku. Dedi menyebut publikasi dilakukan sebagai bagian dari transparansi.
“Saya menanyakan apakah boleh dipublikasikan, dan dijawab tidak melanggar. Saya menyampaikan ini sebagai bentuk transparansi agar publik mengetahui adanya dukungan tersebut,” katanya.
Meski demikian, Dedi mengakui bahwa polemik yang muncul sebaiknya tidak berlarut-larut. Ia mengajak semua pihak untuk kembali fokus mendukung Persib dalam perburuan gelar.
“Saya sampaikan, kita tidak usah lagi membicarakan ini secara berkelanjutan. Fokuslah Persib untuk menghadapi pertandingan berikutnya agar target juara tercapai,” ujarnya.
“Agar seluruh harapan keinginan juara 3 kalinya tercapai. Untuk itu saya ucapkan terima kasih atas saran dan kritiknya. Semangat bertanding habis-habisan. Bukan berdebat habis-habisan di media sosial. Haturnuhun,” tandasnya. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar