Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Padamnya Listrik dan Ancaman Invasi, Pecahnya Perang: Kronologi Konflik AS-Kuba.

Padamnya Listrik dan Ancaman Invasi, Pecahnya Perang: Kronologi Konflik AS-Kuba.

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Hubungan Amerika Serikat (AS) dan Kuba kembali berada dalam situasi yang memanas dalam beberapa dekade terakhir. Krisis ini awalnya dipicu masalah energi kini berkembang menjadi konflik geopolitik serius dengan potensi konfrontasi militer terbuka.

Perkembangan ini akhirnya menarik perhatian dunia internasional, mengingat sejarah panjang ketegangan kedua negara yang pernah membawa dunia ke ambang perang besar.

Gelombang pemadaman listrik besar-besaran melanda Kuba pada Senin (16/3) waktu setempat. Sekitar 10 juta penduduk terdampak, dengan listrik padam hingga hampir 29 jam bahkan lebih di sejumlah wilayah.

Kondisi ini seketika melumpuhkan aktivitas ekonomi, layanan kesehatan, serta kehidupan sehari-hari masyarakat.

Di balik krisis listrik Kuba tidak berdiri sendiri terdapat tekanan geopolitik dari Amerika Serikat melalui kebijakan pembatasan energi, sanksi ekonomi, hingga upaya memutus suplai minyak dari negara lain.

Situasi pun akhirnya berkembang cepat, dari krisis energi menjadi konflik politik, lalu merambah ke insiden militer hingga ancaman invasi terbuka.

Imbas Operasi AS di Venezuela

Ketegangan ini diawali pada 3 Januari 2026 ketika Amerika Serikat melancarkan operasi militer di Venezuela dan menangkap Presiden Nicolás Maduro.

Bagi Kuba, dampaknya sangat besar. Venezuela selama ini menjadi pemasok utama minyak bagi negara tersebut. Terhentinya suplai energi secara tiba-tiba memicu krisis energi nasional yang kemudian meluas. Peristiwa tesebut akhirnya menjadi pintu peluang bagi AS untuk meningkatkan tekanan strategis terhadap Havana.

Blokade Energi dan Tekanan Ekonomi Dari Amerika Serikat

Memasuki Januari 2026, pemerintahan Donald Trump menerapkan kebijakan yang disebut analis sebagai “tekanan maksimum versi baru”. AS tidak hanya menghentikan suplai energi secara tidak langsung, tetapi juga memperingatkan negara lain agar tidak menjual minyak ke Kuba.

Akibatnya, krisis listrik semakin parah. Aktivitas ekonomi melambat, rumah sakit kekurangan energi, dan distribusi pangan terganggu.

Sejumlah laporan menyebutkan warga “menghabiskan sebagian besar waktu mereka tanpa listrik”. Tekanan ini memicu ketidakpuasan publik terhadap pemerintah Kuba.

Insiden Bentrokan Bersenjata di Lautan Karibia

Ketegangan semakin meningkat tercatat pada 25 Februari 2026 saat terjadi bentrokan bersenjata di perairan Kuba. Kapal bersenjata berbendera AS terlibat konfrontasi dengan patroli Kuba, yang menyebabkan lima orang tewas.

Kuba menuduh adanya provokasi militer, sementara AS membantah keterlibatan langsung. Insiden ini menandai pergeseran konflik dari tekanan ekonomi menuju dimensi militer.

Retorika Keras Presiden Trump dan Ancaman Invasi

Memasuki awal Maret 2026, Presiden AS Donald Trump mulai melontarkan pernyataan keras terkait kemungkinan intervensi militer.

Trump memperbarui ancamannya untuk menumbangkan pemerintah Kuba. Trump mengisyaratkan bahwa aksi militer AS di negara Karibia itu dapat dilakukan setelah pemerintahannya menuntaskan perang melawan Iran. Pernyataan tersebut menandai eskalasi serius menuju kemungkinan invasi dari negara paman sam tersebut.

Upaya Diplomasi di Tengah Tekanan

Pada 12-13 Maret 2026, Kuba mengonfirmasi adanya pembicaraan dengan Amerika Serikat. Presiden Miguel Díaz-Canel menyatakan dialog tersebut bertujuan mencari solusi damai.

Akan tetapi, laporan menunjukkan bahwa AS tetap menekan agar terjadi perubahan politik di Kuba. Kondisi ini menciptakan situasi paradoks. Diplomasi berjalan, tetapi tekanan tidak mereda.

Krisis Internal dan Munculnya Gelombang Protes

Pada 14 Maret 2026, ribuan warga Kuba turun ke jalan dalam gelombang protes besar. Pemadaman listrik, kelangkaan pangan, dan inflasi menjadi pemicu utama. Krisis eksternal kini berubah menjadi tekanan internal terhadap pemerintah.

Bagi AS, kondisi ini memperkuat posisi strategis. Berbeda halnya bagi Kuba, situasi tersebut dianggap ancaman bagi stabilitas nasional.

Ancaman Invasi AS

Puncak ketegangan terjadi ketika Donald Trump secara terbuka menyatakan ambisinya terhadap Kuba.

“Saya yakin saya akan mendapat kehormatan untuk mengambil alih Kuba,” kata Trump.

“Apakah saya membebaskannya, mengambilnya. Saya pikir saya bisa melakukan apa pun yang saya inginkan terhadap Kuba. Anda ingin tahu yang sebenarnya. Mereka adalah negara yang sangat lemah saat ini,” tambahnya.

Tak lama setelah pernyataan tersebut, laporan menyebut pejabat AS meminta Kuba menggulingkan Presiden Miguel Díaz-Canel dalam pembicaraan bilateral. Dalam konteks sejarah, pernyataan ini mengingatkan pada invasi Teluk Babi.

Meski demikian, sejumlah analis menilai invasi militer masih menjadi opsi terakhir. Saat ini, strategi utama Washington dinilai lebih fokus pada tekanan ekonomi dan politik untuk mendorong perubahan dari dalam.

Konflik yang Kian Kompleks

Krisis listrik yang melanda Kuba menjadi puncak dari rangkaian konflik panjang yang saling terkait. Mulai dari jatuhnya Venezuela, blokade energi, insiden militer, hingga ancaman invasi, semuanya membentuk krisis multidimensi. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Imbas Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Mentah Meroket, Tembus US0 per Barel

    Imbas Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Mentah Meroket, Tembus US$100 per Barel

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 43
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Harga minyak dunia melonjak tajam hingga menembus level US$100 per barel setelah pasokan dari Timur Tengah terganggu akibat konflik Iran dengan ditutupnya selat Hormuz dalam beberapa waktu terakhir. Pada perdagangan Senin (9/3/2026), harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) melonjak 18,98% atau US$17,25 menjadi US$108,15 per barel. Sementara itu, minyak acuan global Brent […]

  • Jouer à Shiny Wilds Casino sur smartphone : est-ce facile et fiable ?

    Jouer à Shiny Wilds Casino sur smartphone : est-ce facile et fiable ?

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Jafar Sidik
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Introduction à Shiny Wilds Casino sur mobile Aujourd’hui, les casinos en ligne offrent une expérience de jeu accessible directement sur smartphone. Parmi eux, shiny wilds casino france se démarque par sa plateforme optimisée pour les appareils mobiles, permettant aux joueurs de profiter de leurs jeux favoris où qu’ils soient. Cette accessibilité est un atout majeur […]

  • War Takjil di Pekanbaru, Warga Rela Berdesakkan Demi Menu Idaman

    War Takjil di Pekanbaru, Warga Rela Berdesakkan Demi Menu Idaman

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 32
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Fenomena war takjil ramadhan 2026 pada sejumlah wilayah di Indonesia masih terus berlanjut, hal ini terlihat di WR Supratman, Pekanbaru setiap sore menjelang waktu berbuka puasa yang mendadak riuh dipadati warga yang memadati pedagang untuk untuk berburu takjil. Sejak pukul 16.30 WIB, terlihat sudah banyak pengunjung sudah terlihat mengalir. Aroma gorengan yang baru […]

  • Gugurnya Ali Khamenei, Iran Kecam Serangan AS-Israel

    Gugurnya Ali Khamenei, Iran Kecam Serangan AS-Israel

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 30
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Bulan suci ramadhan 2026 menjadi tahun berduka bagi masyarakat Teheran, Iran, tepat pada Sabtu, 28 Februari 2026 pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan gugur dalam serangan Amerika Serikat dan Israel dalam konflik kawasan yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Ribuan warga mengenakan pakaian serba hitam memadati jalan-jalan kota, terutama mereka yang ada […]

  • Sidang Praperadilan Kuota Haji Ditunda Eks Menag Gus Yaqut Buka Suara

    Sidang Praperadilan Kuota Haji Ditunda Eks Menag Gus Yaqut Buka Suara

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 43
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) periode 2019-2024 Yaqut Cholil Qoumas menghadiri sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan usai dirinya dinyatakan ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi kuota haji oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sidang yang telah dijawadwalkan pada Selasa (24/2) harus ditunda lantaran pihak pelapor (KPK) tidak hadir dalam persindangan, sehingga sidang […]

  • Heboh! Simulasi Kuda 4 Unit Seharga Rp1 Miliar Milik Bhayangkara, Polri Buka Suara

    Heboh! Simulasi Kuda 4 Unit Seharga Rp1 Miliar Milik Bhayangkara, Polri Buka Suara

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 28
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS -Polri menanggapi kegaduhan yang terjadi ditengah masyarakat mengenai video soal simulator berkuda milik Korps Bhayangkar. Dalam vido yang tengah hangat diperbincangkan setelah diunggah oleh pejabat kepolisian melalui media sosial instagram. Kadiv Humas Polri, Jhonny Edizon Isir mengungkapkan simulator kuda tersebut telah ditempatkan secara khusus untuk mendukung operasional petugas di lapangan. “Fasilitas simulator pelatihan berkuda […]

expand_less
content-1701

article 898100101

article 898100102

article 898100103

article 898100104

article 898100105

article 898100106

article 898100107

article 898100108

article 898100109

article 898100110

article 898100111

article 898100112

article 898100113

article 898100114

article 898100115

article 898100116

article 898100117

article 898100118

article 898100119

article 898100120

article 898100121

article 898100122

article 898100123

article 898100124

article 898100125

article 898100126

article 898100127

article 898100128

article 898100129

article 898100130

article 898100131

article 898100132

article 898100133

article 898100134

article 898100135

article 898100136

article 898100137

article 898100138

article 898100139

article 898100140

article 898100141

article 898100142

article 898100143

article 898100144

article 898100145

article 898100146

article 898100147

article 898100148

article 898100149

article 898100150

article 898100151

article 898100152

article 898100153

article 898100154

article 898100155

article 898100156

article 898100157

article 898100158

article 898100159

article 898100160

article 878800051

article 878800052

article 878800053

article 878800054

article 878800055

article 878800056

article 878800057

article 878800058

article 878800059

article 878800060

article 878800061

article 878800062

article 878800063

article 878800064

article 878800065

article 878800066

article 878800067

article 878800068

article 878800069

article 878800070

article 878800071

article 878800072

article 878800073

article 878800074

article 878800075

article 878800076

article 878800077

article 878800078

article 878800079

article 878800080

article 878800081

article 878800082

article 878800083

article 878800084

article 878800085

article 878800086

article 878800087

article 878800088

article 878800089

article 878800090

budaya 538000021

budaya 538000022

budaya 538000023

budaya 538000024

budaya 538000025

budaya 538000026

budaya 538000027

budaya 538000028

budaya 538000029

budaya 538000030

budaya 538000031

budaya 538000032

budaya 538000033

budaya 538000034

budaya 538000035

budaya 538000036

budaya 538000037

budaya 538000038

budaya 538000039

budaya 538000040

content-1701