Prakiraan Harga BBM 1 April 2026: BBM Nonsubsidi Berpotensi Naik Hingga 10%, Pertalite Dipastikan Tetap Stabil
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Senin, 30 Mar 2026
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) diprediksi akan mengalami kenaikkan pada 1 April 2026, hal ini menyusul meningkatnya ketegangan yang terjadi di timur tengah dan kelonjakkan harga minyak di seumlah negara akibat krisis minyak tersebut.
PT Pertamina (Persero) dan pemerintah diprediksi akan melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi sebesar 10% yang dijadwalkan mulai berlaku pada Rabu, 1 April 2026 di seluruh SPBU Indonesia.
Meski harga energi global mengalami fluktuasi yang memicu potensi kenaikan pada jenis Pertamax series dan Dex series,
Kementerian Energi Sumber Daya MIneral, Bahlil Lahadalia memastikan bahwa harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan BioSolar akan tetap stabil di angka Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.
Ia menegaskan bahwa harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya yang bersubsidi seperti Solar subsidi dan bensin Pertalite (RON 90) masih belum mengalami kenaikan.
Pemerintah pun tidak akan membiarkan masyarakat menanggung beban imbas kondisi geopolitik yang terjadi di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi global.
“Semua juga mobil listrik dilayani dengan baik, kemudian LPG juga terlayani dengan baik selama masalah perang dan Solar pun terlayani dengan baik dengan harga yang alhamdulillah sampai sekarang belum ada kenaikan. Kita belum menaikkan harga,” ungkap Bahlil dalam konferensi pers usai tinjauan pasokan BBM di SPBU Bolon, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3).
Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan guna merumuskan skema pendanaan subsidi yang tepat agar tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun rakyat.
Sejalan dengan itu, langkah menahan harga jual BBM bersubsidi juga merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang para Menteri mencari jalan keluar terbaik untuk urusan subsidi energi.
Pemerintah berkomitmen mencari solusi agar imbas dari krisis energi global tidak langsung dirasakan oleh masyarakat di Tanah Air.
“Doakan kami dari pemerintah khususnya untuk subsidi sampai dengan semalam arahan Bapak Presiden untuk mencari akal bagaimana agar kita jangan memberatkan rakyat. Jadi untuk subsidi jadi saya dengan Menteri Keuangan sekarang terus-menerus untuk mencari solusi yang terbaik sekalipun krisis tapi tetap rakyat kita perhatikan tentang keadaannya,” tambahnya.
Pakar Ekonom Universitas Airlangga (Unair), Wisnu Wibowo, menyebut kenaikan harga BBM nonsubsidi merupakan konsekuensi logis dari mekanisme pasar internasional.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi dinilai sebagai konsekuensi logis karena skema penetapannya mengikuti harga pasar internasional,” ujarnya.
Harga BBM Diprediksi Naik 5–10 Persen
Wisnu memperkirakan kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak akan lebih dari 10 persen. “Perkiraan kenaikan berada di kisaran 5 sampai 10 persen,” jelasnya.
Dalam keteragannya ia menyebutkan ada beberapa hal yang mempengaruhi kenaikkan tersebut diantara lain:
– Lonjakan harga minyak dunia akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah
– Acuan harga Mean of Platts Singapore (MOPS)
– Kurs rupiah terhadap dolar AS yang fluktuatif
Sebeumnya harga BBM sudah mengalami penyesuaian pada 1 Maret 2026, berikut adalah harga BBM ini berdasarkan wilayah pemasaran di Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara:
– Pertamax: Rp 12.300 per liter
– Pertamax Green (RON 95): Rp 12.900 per liter
– Pertamax Turbo: Rp 13.100 per liter
– Dexlite: Rp 14.200 per liter
– Pertamina Dex: Rp 14.500 per liter
Sementara BBM subsidi (berlaku nasional):
– Pertalite: Rp 10.000 per liter
– Solar subsidi: Rp 6.800 per liter
Harga BBM Shell, BP, dan Vivo Terbaru
Selain Pertamina, berikut daftar harga BBM dari SPBU swasta:
Shell
– Shell Super (RON 92): Rp 12.390 per liter
– V-Power Diesel: Rp 14.620 per liter
BP
– BP 92 (RON 92): Rp 12.390 per liter
– BP Ultimate (RON 95): Rp 12.930 per liter
– BP Ultimate Diesel: Rp 14.620 per liter
Vivo
– Revvo 92: Rp 12.390 per liter
– Revvo 95: Rp 12.930 per liter
– Diesel Primus: Rp 14.610 per liter
Perlu dicatat, harga BBM dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika harga minyak dunia. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar