Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Apresiasi DPR RI Kepada Pemerintah Tidak Naikkan Harga BBM di Tengah Lonjakan Garga Minyak Mentah Global

Apresiasi DPR RI Kepada Pemerintah Tidak Naikkan Harga BBM di Tengah Lonjakan Garga Minyak Mentah Global

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Ditengah kelonjakan harga minyak mentah di belahan dunia akibat ketegangan konflik yang terjadi di timur tengahm Pemerintah mengambil langkah tegas dengan tidak menaikkan harga minyak tersebut.

Atas upaya yang diambil pemerintah tersebut DPR mengapresiasi pemerintah yang tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi maupun nonsubsidi. DPR juga mengapresiasi pemerintah yang telah mendengarkan masukan dari berbagai pihak.

“DPR memberikan apresiasi kepada pemerintah yang telah melakukan komunikasi dan mendengarkan masukan dari berbagai pihak, termasuk DPR. Barusan sudah diumumkan oleh mensesneg bahwa pemerintah belum berencana melakukan penyesuaian harga BBM subsidi maupun nonsubsidi,” kata Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan di Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3)

Sebelumnya, beredar kabar tentang penyesuaian harga BBM yang akan berlaku mulai 1 April 2026 di media sosial dan memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.

“Adanya isu yang beredar di tengah masyarakat akan ada penyesuaian pada 1 April besok, kami monitor terjadi antrean di beberapa SPBU,” ujar Dasco.

Dengan adanya pengumuman resmi dari pemerintah, Dasco mengimbau masyarakat tidak panik dan tidak menimbun BBM.

“Kami imbau, dengan adanya pengumuman dari pemerintah bahwa belum ada rencana penyesuaian harga BBM subsidi maupun nonsubsidi, artinya mulai besok masih berlaku harga yang sama, masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu melakukan penimbunan,” tambahnya.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan belum ada kenaikan harga BBM esok hari.

“Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi,” kata Pras dalam keterangannya.

Sebelumnya dilaporkan adanya antrean cukup panjang ketika hendak mengisi BBM di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) rela mengantre panjang di SPBU Pettarani hingga meluber ke badan jalan. Antrean itu dipicu karena warga khawatir terjadi kelangkaan dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
“Saya isi full (solar) ini, takut antre lagi, takut juga habis (stok),” ujar salah satu pengemudi truk, Asri kepada rekan media pada (31/3)

Pengemudi truk lain bernama Alif mengaku mengantre membeli solar karena khawatir dengan isu kenaikan harga BBM. Menurutnya, banyak warga memilih membeli BBM sekarang sebelum harga naik.
“Iya (antre) karena mau beng (katanya) naik lagi harganya, banyak ku dengar info ini,” kata Alif.

Alif yang mengantre untuk mengisi solar menyebut harga normal BBM masih bisa didapatkan hari ini. Mulai besok, kata Alif, harga BBM kemungkinan sudah mengalami kenaikan.

“Supaya mumpung kan terakhir ini hari harga normal, besok kayaknya naikmi,” tutur Alif.

Alif turut mengeluhkan keberadaan sejumlah mobil yang parkir di bahu jalan sekitar SPBU. Menurutnya, keberadaan mobil parkir itu membuat ruang gerak kendaraan semakin sempit.

“Susah karena banyak mobil parkir di jalan,” keluhnya.

Pengemudi lain yang ikut mengantre, Nawir mengaku sudah menunggu selama 30 menit untuk mendapatkan solar. Nawir memilih mengisi di SPBU Pettarani setelah gagal mendapatkan solar di dua SPBU sebelumnya.

“Setengah jam ma (mengantre). (SPBU) ketiga ma ini, di sana tidak ada solar, di (SPBU) Hertasning, di (SPBU) Pengayoman,” ungkap Nawir.

Antrean kendaraan di SPBU Pettarani ini turut berdampak pada arus lalu lintas (lalin) di Jalan AP Pettarani. Kemacetan terjadi mulai dari SPBU Rappocini hingga SPBU Pettarani.

Diberitakan sebelumnya, akses lalin di Jalan AP Pettarani mengalami kemacetan. Kepadatan diduga dipicu antrean panjang kendaraan di SPBU Pettarani yang mengular hingga ke badan jalan.

Pantauan media di lokasi, Selasa (31/3) sekitar pukul 12.20 Wita, kemacetan terjadi di Jalan AP Pettarani arah Jalan Urip Sumoharjo. Arus lalin tersendat dan laju kendaraan cenderung tidak stabil.

Antrean kendaraan di SPBU Pettarani yang didominasi mobil minibus dan truk terlihat mengular hingga ke badan jalan. Selain itu, beberapa mobil yang parkir di bahu jalan turut mempersempit ruang gerak kendaraan di jalan.***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 300 SPPG Jabar yang Ditutup Dalam Pantauan Serius Komisi IX DPR RI

    300 SPPG Jabar yang Ditutup Dalam Pantauan Serius Komisi IX DPR RI

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 11
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Anggota Komisi IX DPR RI Obon Tabroni menyebutkan, hingga saat ini masih ada pemerintah daerah (pemda) dan Badan Gizi Nasional (BGN) tak sinkron terkait pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). “Karena ternyata tadi, ada informasi belum klop antara pemerintahan daerah dengan BGN. Ya, selesai pertemuan ini, mereka sudah dapat SK, silakan tindak […]

  • Aksi Unjuk Rasa Hardiknas Panas, Aliansi BEM SI Bentrokan  Dengan Polisi

    Aksi Unjuk Rasa Hardiknas Panas, Aliansi BEM SI Bentrokan Dengan Polisi

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 18
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Situasi unjuk rasa Hari Pendidikan Nasional oleh mahasiswa Aliansi BEM SI di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat tidak kondusif pada Sabtu (2/5/2026) sore. Pantauan di lokasi menunjukkan terjadi kericuhan dan sempat pecah antara kelompok mahasiswa dan polisi sekitar pukul 16.55 WIB. “Kami sudah meminta dengan sopan dari awal, kami mau menyampaikan pendapat […]

  • Ketegangan AS-Iran Memuncak, Harga Migas Kembali Melonjak

    Ketegangan AS-Iran Memuncak, Harga Migas Kembali Melonjak

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 30
    • 1Komentar

    INFOKITA.NEWS – Harga minyak acuan dunia dan gas bumi Eropa melonjak usai Angkatan Laut AS menyita sebuah kapal Iran pada Minggu (19/4). Penyitaan dilakukan ketika Iran menembaki kapal-kapal dan kembali memberlakukan kontrol di Selat Hormuz. Harga minyak Brent naik 5,8% menjadi US$95,65 per barel, sedangkan minyak West Texas Intermediate melonjak 7,0% menjadi US$89,75 per barel. […]

  • veda ea pratama-keggihan-2026

    Hasil Moto3 Spanyol 2026: Sirkuit Jerez Jadi Saksi Kegigihan Veda Ega Finis Urutan 6, Setelah Mulai Dari Posisi Ke-17

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 14
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Sirkuit Jerez, Spanyol menjadi saksi kegigihan pembalap Indonesia Veda Ega Pratama membukukan hasil positif dalam seri keempat Moto3 Spanyol 2026 pada Minggu (26/4/2026. Pembalap asal Gunungkidul, DI Yogyakarta ini berhasil finis di posisi keenam setelah memulai balapan dari urutan ke-17. Drama langsung terjadi pada balapan selama 19 putaran setelah Pembalap Level Up – […]

  • Liga 1 Indonesia Kembali Panas, Macan Kemayoran Bantai Bajul Hijau 3 Gol Tanpa Balas

    Liga 1 Indonesia Kembali Panas, Macan Kemayoran Bantai Bajul Hijau 3 Gol Tanpa Balas

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 17
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Persija Jakarta berhasil memetik kemenangan telak ketika menjamu Persebaya Surabaya di pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (11/04/2026) malam WIB. Kemenangan tersebut sekaligus menandai kebangkitannya setelah menjalani tren buruk dalam tiga laga sebelumnya. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Persija langsung […]

  • Danantara Ungkap Alasan Garuda Indonesia Alami Kerugian Hingga Rp 5,42 Triliun pada 2025

    Danantara Ungkap Alasan Garuda Indonesia Alami Kerugian Hingga Rp 5,42 Triliun pada 2025

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 18
    • 0Komentar

    INFOKIA.NEWS – GIAA mencatatkan kerugian sebesar USD 319,39 juta atau setara Rp 5,42 triliun (asumsi kurs Rp 16.990) sepanjang 2025 lalu. Angka tersebut melonjak drastis dari USD 69,77 juta atau Rp 1,18 triliun di 2024. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengamini, beban operasional menjadi salah satu alasan membengkaknya kerugian tersebut. Dony buka suara […]

expand_less
content-1701

article 898100101

article 898100102

article 898100103

article 898100104

article 898100105

article 898100106

article 898100107

article 898100108

article 898100109

article 898100110

article 898100111

article 898100112

article 898100113

article 898100114

article 898100115

article 898100116

article 898100117

article 898100118

article 898100119

article 898100120

article 898100121

article 898100122

article 898100123

article 898100124

article 898100125

article 898100126

article 898100127

article 898100128

article 898100129

article 898100130

article 898100131

article 898100132

article 898100133

article 898100134

article 898100135

article 898100136

article 898100137

article 898100138

article 898100139

article 898100140

article 898100141

article 898100142

article 898100143

article 898100144

article 898100145

article 898100146

article 898100147

article 898100148

article 898100149

article 898100150

article 898100151

article 898100152

article 898100153

article 898100154

article 898100155

article 898100156

article 898100157

article 898100158

article 898100159

article 898100160

article 878800051

article 878800052

article 878800053

article 878800054

article 878800055

article 878800056

article 878800057

article 878800058

article 878800059

article 878800060

article 878800061

article 878800062

article 878800063

article 878800064

article 878800065

article 878800066

article 878800067

article 878800068

article 878800069

article 878800070

article 878800071

article 878800072

article 878800073

article 878800074

article 878800075

article 878800076

article 878800077

article 878800078

article 878800079

article 878800080

article 878800081

article 878800082

article 878800083

article 878800084

article 878800085

article 878800086

article 878800087

article 878800088

article 878800089

article 878800090

budaya 538000021

budaya 538000022

budaya 538000023

budaya 538000024

budaya 538000025

budaya 538000026

budaya 538000027

budaya 538000028

budaya 538000029

budaya 538000030

budaya 538000031

budaya 538000032

budaya 538000033

budaya 538000034

budaya 538000035

budaya 538000036

budaya 538000037

budaya 538000038

budaya 538000039

budaya 538000040

content-1701