Komunitas Teman Mengajar Indonesia Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan Anak di Banten
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Komunitas Teman Mengajar Indonesia terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak-anak di Provinsi Banten melalui pendekatan nonformal yang interaktif dan berbasis relawan.
Hal ini terungkap dalam program Talkshow Jaga Malam RRI Pro 2 Banten yang menghadirkan Founder Teman Mengajar Indonesia, Nafila Putri Awalia, bersama HRD Abu Qosim.
Dalam perbincangan tersebut, Nafila menjelaskan bahwa Teman Mengajar merupakan komunitas yang fokus pada pendidikan dan pengembangan diri anak, khususnya tingkat sekolah dasar. “Teman mengajar itu sendiri adalah sebuah komunitas pendidikan dan juga pengembangan diri berbasis komunitas,” ujarnya, Rabu (15/4/2026)
Ia menambahkan, komunitas ini memiliki beberapa program utama seperti Jejak Mengajar, yakni kegiatan mengajar langsung ke sekolah-sekolah dalam bentuk kelas nonformal yang dikemas lebih menarik. Program ini mencakup kelas inspirasi, mental health, budaya, hingga life skill.
Menurut Nafila, pemilihan fokus pada anak SD didasarkan pada pentingnya pendidikan dasar sebagai fondasi. “SD itu kan ada pondasi, dasar. Kalau pondasinya bagus, nanti ke atasnya juga bakal bagus,” katanya.
Sementara itu, Abu Qosim mengungkapkan bahwa pendekatan yang digunakan komunitas ini berbeda dengan pendidikan formal yang cenderung monoton. Teman Mengajar mengedepankan metode belajar sambil bermain agar anak-anak lebih tertarik dan aktif.
Namun, dalam pelaksanaannya, komunitas ini menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah rendahnya pemahaman dasar siswa. Nafila mengungkapkan pengalaman di lapangan saat anak-anak tidak mengetahui hal-hal mendasar.
“Kita tanya makanan khas daerah Serang, mereka jawab nasi Padang,” ucapnya.
Selain itu, tantangan juga datang dari sisi internal, seperti keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan komitmen relawan. Abu menyebut, tidak jarang relawan yang sudah terdaftar tidak hadir saat kegiatan berlangsung.
Meski demikian, komunitas ini telah menunjukkan capaian signifikan dengan melibatkan sekitar 300 relawan dari lima batch dan melaksanakan kegiatan di berbagai daerah, termasuk Serang, Merak, Tangerang, hingga luar daerah seperti Surabaya dan Bandung.
Ke depan, Teman Mengajar berharap dapat memperluas jangkauan ke daerah terpencil dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
“Harapannya pendidikan di Indonesia menjadi prioritas dan semakin membaik,” kata Nafila.
Komunitas ini juga membuka peluang bagi anak muda untuk terlibat melalui program Duta Pendidikan Muda Indonesia yang bertujuan mencetak penggerak pendidikan di berbagai daerah. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar