Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Buru Jaringan Narkoba Internasional “mami”, BNN Gandeng DEA dan Polisi Kamboja

Buru Jaringan Narkoba Internasional “mami”, BNN Gandeng DEA dan Polisi Kamboja

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Badan Narkotika Nasional (BNN) akhirnya menangkap gembong narkoba dan buroninternasional, Dewi Astutik alias Mami, dalam sebuah operasi senyap lintas negara di Sihanoukville, Kamboja.

Penangkapan ini menjadi salah satu capaian terbesar Indonesia dalam perang melawan narkotika, terutama karena Dewi disebut sebagai aktor intelektual penyelundupan dua ton sabu jaringan Golden Triangle yang digagalkan pada Mei 2025.

Operasi penangkapan tersebut merupakan hasil kolaborasi erat antara BNN, Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja, serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Dewi juga diketahui menjadi buronan otoritas Korea Selatan dan telah masuk daftar pencarian Interpol sejak 2024.

Dewi Astutik diringkus saat hendak memasuki lobi sebuah hotel di Sihanoukville. Operasi dipimpin langsung Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Roy Hardi Siahaan.

Usai ditangkap, Dewi langsung dibawa ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas dan penyerahan resmi antarotoritas.

Ia dijadwalkan segera dipulangkan ke Indonesia untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait pendanaan, jalur logistik, dan jaringan sindikat yang beroperasi di bawah komandonya.

BNN menegaskan, penindakan tidak akan berhenti pada penangkapan ini, tetapi dilanjutkan dengan pembongkaran seluruh struktur sindikat internasional yang terhubung dengan jaringan Golden Triangle dan Golden Crescent.

Badan Narkotika Nasional juga terus mengembangkan kasus jaringan narkotika internasional yang melibatkan bandar Dewi Astutik. Perempuan yang ditangkap pada akhir 2025 di Kamboja itu diketahui memiliki keterkaitan dengan sindikat lintas negara yang beroperasi di Asia Tenggara hingga Afrika.

Kepala BNN, Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., mengungkapkan pihaknya kini bekerja sama dengan sejumlah agensi pemberantasan narkotika internasional untuk memburu dua buronan utama, yakni Yana, warga negara Filipina, dan Michael, warga negara Nigeria.

“BNN telah bekerja sama dengan sejumlah agensi narkotika internasional untuk menyelidiki keberadaan Yana dan Michael,” ujar Suyudi, Sabtu (28/3)

Komjen Suyudi menjelaskan, Dewi Astutik juga dikenal sebagai Paryatin atau “Mami” merupakan bagian dari jaringan narkotika yang dikendalikan oleh seorang warga negara Nigeria bernama Don.

Dalam operasinya di Kamboja, Dewi dibantu oleh Yana dan Michael untuk menjalankan distribusi narkotika lintas negara.Upaya pengungkapan jaringan ini juga melibatkan aparat Drug Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat.

Don dilaporkan telah ditangkap saat melarikan diri ke Meksiko.BNN kini memperluas penyelidikan guna mengungkap jaringan lain yang terafiliasi dengan sindikat tersebut, termasuk yang beroperasi di kawasan Asia Tenggara

Dalam struktur jaringan, Dewi berperan sebagai perekrut kurir dari Indonesia. Penyidik telah mengidentifikasi sedikitnya 13 kurir yang direkrut untuk mengirim narkotika ke berbagai negara, seperti Malaysia, Laos, Korea Selatan, Hong Kong, Brasil, Ethiopia, hingga Burundi sepanjang 2024-2025.

Para kurir menggunakan modus operandi dengan menyembunyikan sabu dan heroin di dalam dinding koper yang telah dimodifikasi.

“Beberapa kurir sudah tertangkap di Indonesia, Korea Selatan, dan Ethiopia,” kata Komjen Suyudi.Salah satu kurir berinisial Z diketahui tengah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang dalam kasus peredaran heroin.

Z diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan besar penyelundupan narkotika, termasuk kasus 2 ton sabu di perairan Kepulauan Riau.

Kronologi Pengejaran Dewi Astutik

Nama Dewi mulai mencuat setelah BNN menggagalkan penyelundupan narkotika melalui kapal pada Mei 2025. Kapal tersebut diamankan di Dermaga Bea Cukai, Pelabuhan Tanjung Uncang, dan ditemukan 67 kardus berisi sekitar 2.000 bungkus sabu dengan total berat mencapai 2,1 ton.

Dalam operasi itu, petugas menangkap enam awak kapal yang terdiri dari empat warga negara Indonesia dan dua warga negara asing.Temuan tersebut memperkuat dugaan peran sentral Dewi dalam jaringan penyelundupan narkotika berskala besar di kawasan regional.

Saat ini, proses hukum terhadap Dewi terus berjalan. BNN menyatakan akan segera melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

“Hasil koordinasi dengan jaksa penuntut umum menunjukkan bahwa tahap II akan dilaksanakan paling lambat 1 April 2026 atau sebelum masa penahanan berakhir,” ujar Komjen Suyudi .

BNN juga masih menunggu penetapan status berkas perkara lengkap (P-21) dari pihak kejaksaan setelah sebelumnya sempat mendapatkan petunjuk perbaikan (P-19).“

Pengungkapan jaringan ini akan terus kami kembangkan hingga ke akar-akarnya untuk memutus seluruh rantai peredaran narkotika internasional,” tuntas Kepala BNN.

Sosok Dewi Astutik di mata warga

Sosok Dewi Astutik menimbulkan tanda tanya besar di kampung halamannya. Identitas yang beredar menunjukkan alamat di Dukuh Sumber Agung, Desa Balong, Kecamatan Balong, Ponorogo, Jawa Timur. Namun, aparat dan warga setempat menyebut nama itu tidak dikenal.

Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, menjelaskan bahwa Dewi diduga menggunakan identitas palsu.

“Identitas yang pertama dipalsukan, punya keluarganya. Orang situ (Ponorogo), tapi kartunya dipalsukan,” ujar Andin.

Kepala Dusun Sumber Agung, Gunawan, membenarkan bahwa foto yang beredar memang sosok yang dikenal warga, tetapi bukan bernama Dewi Astutik.

“Nama Dewi Astutik tidak ada. Tapi alamat itu memang warga sini. Fotonya juga kenal,” kata Gunawan.

Warga mengenal perempuan dalam foto tersebut sebagai PA, seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang telah lama bekerja di luar negeri, mulai dari Hongkong, Taiwan, hingga terakhir di Kamboja.

Salah seorang warga,  Sri Wahyuni mengungkapkan tidak mengenal sosok mami tersebut.

“Kalau foto dan alamat yang beredar itu PA, warga sini. Tapi kalau nama Dewi Astutik, kita tidak kenal.” ujarnya.

Gembong narkoba internasional Dewi Astutik itu akhirnya ditanggkap BNN dan Interpol di Kamboja.(BNN)

Kapolres Ponorogo menyebut bahwa Dewi diduga memiliki kaitan dengan gembong narkoba Freddy Pratama, yang hingga kini masih menjadi buronan internasional.

“Dari hasil investigasi awal ya memang masih satu jaringan dengan Freddy Pratama,” jelas Andin.

Kepala BNN, Komjen Marthinus Hukom, menambahkan bahwa Dewi telah menjadi target pencarian sejak 2024.

“Kami bekerja sama dengan BIN untuk mencari Dewi Astutik di Kamboja dan sekitarnya,” kata Marthinus.

Kasus yang menyeret nama Dewi Astutik mencuat setelah aparat menggagalkan penyelundupan dua ton sabu di perairan utara Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, pada 22 Mei 2025. Sabu itu ditemukan di kapal berbendera Indonesia MT Sea Dragon Tarawa.

Kabid Berantas BNN Kepri, Kombes Bubung, menyebut barang bukti tersebut ditemukan dalam 67 kardus berisi 2.000 bungkus sabu.

Komjen Marthinus Hukom menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan yang terbesar dalam sejarah Indonesia.

“Ini merupakan pengungkapan terbesar dalam sejarah,” ujar Marthinus.

Operasi tersebut melibatkan pengawasan selama lima bulan dan didukung oleh Bea Cukai, TNI AL, Lantamal IV Batam, Polda Kepri, serta BAIS TNI. Kapal itu diketahui berlayar dari Laut Andaman menuju wilayah Indonesia pada awal Mei 2025.

Jaringan yang Beroperasi di Asia Timur dan Asia Tenggara

Jaringan yang dikendalikan Dewi Astutik diketahui aktif mendistribusikan kokain, sabu, hingga ketamin ke kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara. Perannya disebut sangat strategis, tidak hanya sebagai koordinator logistik, tetapi juga sebagai pengatur alur pendanaan dan komunikasi antarnegara.

Sosoknya menjadi pusat perhatian karena disebut mampu membangun jaringan lintas negara dengan struktur yang rapi, disiplin, dan hampir tanpa celah, hingga akhirnya ditangkap dalam operasi senyap di Kamboja.

Hingga kini, misteri identitas asli Dewi masih diselidiki. Publik mengenal namanya dari berbagai pemberitaan, tetapi warga di alamat yang tercantum menyebut sosok tersebut adalah PA, bukan Dewi Astutik.

Dugaan penggunaan identitas palsu dan keterkaitannya dengan sindikat narkoba kelas kakap menambah panjang teka-teki mengenai figur perempuan ini.

Yang jelas, penangkapan Dewi Astutik membuka peluang besar bagi aparat Indonesia untuk membongkar jaringan narkoba internasional yang selama ini bergerak secara masif dan terorganisasi. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Prabowo Bawa Oleh-Oleh Investasi Bisnis, Seskab Teddy: Berkah Kunjungan Ke Jepang dan Korsel, Nilainya Tembus Rp575 Triliun

    Presiden Prabowo Bawa Oleh-Oleh Investasi Bisnis, Seskab Teddy: Berkah Kunjungan Ke Jepang dan Korsel, Nilainya Tembus Rp575 Triliun

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 25
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS -Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di depan awak media mengungkapkan kabar gembira dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Republik Korea selama beberapa hari terakhir menghasilkan komitmen kerja sama bisnis dengan nilai yang signifikan. Sekadar informasi, Prabowo Presiden melakukan rangkaian kunjungan kenegaraan ke Jepang dan Republik Korea, dari tanggal 30 Maret sampai […]

  • Taklukan Bali United Skor Tipis 3-2, Persib Jaga Rekor Sempurna Taklukan Bali United

    Taklukan Bali United Skor Tipis 3-2, Persib Jaga Rekor Sempurna Taklukan Bali United

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 13
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Hasil positif kembali didapatkan Persib saat menjamu Bali United dalam lanjutan Super League 2025-2026, Minggu (12/4/2026) malam WIB, berakhir dengan keunggulan tipis skor 3-2. Pertandingan memasuki pekan ke-27 Super League 2025-2026 antara Persib vs Bali United digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung. Kemenangan klub berjulukan Maung Bandung itu didapatkan berkat […]

  • KPK Resmi Tahan Eks Menag RI Yaqut Cholil Qoumas Kasus Korupsi Kuota Haji

    KPK Resmi Tahan Eks Menag RI Yaqut Cholil Qoumas Kasus Korupsi Kuota Haji

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Gus Yaqut Tersangka Kasus Korupsi KUota Haji Mengenakan Rompi Jingga dan diborgol

  • Мостбет live casino: Советы по контролю эмоций в азартных играх

    Мостбет live casino: Советы по контролю эмоций в азартных играх

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Jafar Sidik
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Мостбет live casino: Советы по контролю эмоций в азартных играх Azart oyunlarında emosiyaların idarə edilməsi vacib bir məsələdir, xüsusən Мостбет canlı kazinosunda oyun oynayarkən. Bu məqalədə, gamblling zamanı duyğularınızı necə daha yaxşı idarə edə biləcəyinizə dair bir çox faydalı tövsiyələr təqdim edəcəyik. Oyunların həyəcanı və gözləntiləri arasında itirilməmək, uğur qazanma şansınızı artırır. Bir çox oyunçular, […]

  • Arsenal Sukses Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA, Kandaskan Mimpi Leverkusen

    Arsenal Sukses Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA, Kandaskan Mimpi Leverkusen

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 22
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – The Gunners sukses taklukan Bayer Leverkusen dengan pertarungan sengit demi memperoleh tiket babak perempat final liga champions musim 2025/2026, Arsenal menjamu Leverkusen dalam leg ke-2 di stadion Emirates pada Rabu (18/3) dini hari. Sebelumnya pada pertemuan sebelumnya di kandang Leverkusen, kedua tim sama kuat dengan 1-1, Arsenal selamat dari kekalahan berkat gol dramatis […]

  • Perkembangan Terbaru Perang AS-Iran! Ledakan Dahsyat Di Dubai

    Perkembangan Terbaru Perang AS-Iran! Ledakan Dahsyat Di Dubai

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 33
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Dua ledakan dahsyat mengguncang gedung-gedung dan menyebabkan munculnya asap hitam pekat di pusat kota Dubai, Uni Emirate Arab (UEA). Hal ini disinyalir menjadi babak baru serangan yang dilancarkan dari perang Iran melawan Amerika Serikat (AS)-Israel, dimulai dari serangan ke Teheran tanggal 28 Februari dan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei. Dikutip dari AFP […]

expand_less
content-1701

article 898100101

article 898100102

article 898100103

article 898100104

article 898100105

article 898100106

article 898100107

article 898100108

article 898100109

article 898100110

article 898100111

article 898100112

article 898100113

article 898100114

article 898100115

article 898100116

article 898100117

article 898100118

article 898100119

article 898100120

article 898100121

article 898100122

article 898100123

article 898100124

article 898100125

article 898100126

article 898100127

article 898100128

article 898100129

article 898100130

article 898100131

article 898100132

article 898100133

article 898100134

article 898100135

article 898100136

article 898100137

article 898100138

article 898100139

article 898100140

article 898100141

article 898100142

article 898100143

article 898100144

article 898100145

article 898100146

article 898100147

article 898100148

article 898100149

article 898100150

article 898100151

article 898100152

article 898100153

article 898100154

article 898100155

article 898100156

article 898100157

article 898100158

article 898100159

article 898100160

article 878800051

article 878800052

article 878800053

article 878800054

article 878800055

article 878800056

article 878800057

article 878800058

article 878800059

article 878800060

article 878800061

article 878800062

article 878800063

article 878800064

article 878800065

article 878800066

article 878800067

article 878800068

article 878800069

article 878800070

article 878800071

article 878800072

article 878800073

article 878800074

article 878800075

article 878800076

article 878800077

article 878800078

article 878800079

article 878800080

article 878800081

article 878800082

article 878800083

article 878800084

article 878800085

article 878800086

article 878800087

article 878800088

article 878800089

article 878800090

budaya 538000021

budaya 538000022

budaya 538000023

budaya 538000024

budaya 538000025

budaya 538000026

budaya 538000027

budaya 538000028

budaya 538000029

budaya 538000030

budaya 538000031

budaya 538000032

budaya 538000033

budaya 538000034

budaya 538000035

budaya 538000036

budaya 538000037

budaya 538000038

budaya 538000039

budaya 538000040

content-1701